PROBOLINGGO – Suasana hangat tampak di lingkungan , Kamis (12/2/2026). Sepasang suami istri asal Singapura rela menempuh perjalanan jauh ke Indonesia demi menunaikan ibadah aqiqah untuk cucu pertama mereka.
Pasangan tersebut, Muhammad Mazlan dan Salma, sengaja memilih Probolinggo sebagai tempat pelaksanaan aqiqah. Keputusan itu bukan tanpa alasan. Mereka menyebut regulasi di negara asalnya tidak memungkinkan pelaksanaan penyembelihan hewan untuk aqiqah.
“Di negara kami aturannya tidak memungkinkan untuk melakukan penyembelihan aqiqah. Karena itu, kami harus ke luar negeri,” ujar Muhammad Mazlan.
Menurutnya, sebagian besar warga Muslim Singapura biasanya menggunakan jasa agen untuk melaksanakan aqiqah di luar negeri. Namun, kali ini mereka memilih datang langsung agar dapat menjalankan prosesnya secara mandiri.
“Alhamdulillah, kami bisa menyembelih sendiri kambingnya. Kami merasa lebih tenang karena bisa melaksanakannya secara langsung,” tambahnya.
Pelaksanaan aqiqah tersebut difasilitasi oleh kerabat mereka, . Kehadiran sejumlah tokoh agama dan masyarakat dalam acara itu turut menambah khidmat suasana.
Salma, yang berprofesi sebagai penasihat akun syariah di Singapura, mengaku terharu dengan sambutan yang diterima. Ia merasa bangga dan bersyukur dapat berbagi kebahagiaan bersama masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, kami bertemu banyak orang baik dan para tokoh agama yang ikut mendoakan cucu kami. Terima kasih atas doa dan sambutannya,” tuturnya singkat.
Dari cerita yang mereka sampaikan, ruang kebebasan umat Islam di Indonesia dalam menjalankan ibadah dinilai jauh lebih luas. Termasuk dalam hal penyembelihan hewan untuk aqiqah maupun kurban.
Mazlan menjelaskan bahwa sejak pandemi Covid-19, aturan penyembelihan hewan di Singapura semakin ketat. Bahkan, untuk ibadah kurban pun kini tidak lagi diperbolehkan dilakukan secara langsung di sana.
Akibatnya, banyak warga Muslim Singapura yang memilih menunaikan aqiqah atau kurban di luar negeri, bahkan hingga ke negara-negara Afrika.
Bagi Mazlan dan Salma, perjalanan ke Probolinggo bukan sekadar menjalankan tradisi, melainkan wujud rasa syukur atas kelahiran cucu pertama mereka. Sebuah momen keluarga yang kini dikenang dengan penuh haru dan kebahagiaan.











