Portal Jatim

Fenomena Bediding Mulai Melanda Malang Raya, Wisatawan Diminta Siapkan Pakaian Hangat

Redaksi
×

Fenomena Bediding Mulai Melanda Malang Raya, Wisatawan Diminta Siapkan Pakaian Hangat

Sebarkan artikel ini

KOTA MALANG – Memasuki pertengahan tahun, masyarakat Malang Raya kembali menghadapi fenomena cuaca khas musim kemarau yang dikenal dengan istilah Bediding. Fenomena ini umumnya berlangsung mulai Juni hingga Agustus dan ditandai dengan suhu udara yang terasa jauh lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari, Minggu (7/6/2026).

Berdasarkan pengalaman warga asli Malang, hawa dingin pada periode tersebut dapat terasa cukup ekstrem hingga menusuk kulit. Kondisi ini menjadi fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun saat musim kemarau mencapai puncaknya.

Meski identik dengan suhu yang rendah, Bediding justru menjadi momen favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati berbagai destinasi alam di Malang Raya. Cuaca yang cenderung cerah membuat pemandangan pegunungan dan perbukitan terlihat lebih jelas tanpa terhalang kabut tebal.

Kawasan Kota Batu menjadi salah satu destinasi yang paling diuntungkan oleh kondisi ini. Wisatawan dapat menikmati panorama alam dengan jarak pandang yang lebih luas dan suasana yang sejuk.

Hal serupa juga dirasakan di kawasan Gunung Bromo. Saat fenomena Bediding berlangsung, hamparan lautan pasir dan kawah gunung dapat terlihat lebih jelas. Bahkan pada pagi hari, wisatawan berkesempatan menyaksikan embun beku atau kristal es yang menempel di dedaunan maupun bebatuan.

Suhu udara di kawasan Bromo pada periode tertentu bahkan dapat turun hingga di bawah 10 derajat Celsius. Kondisi inilah yang menjadikan fenomena Bediding sebagai daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Agar perjalanan wisata tetap aman dan nyaman, beberapa hal perlu diperhatikan sebelum berkunjung ke Malang Raya pada musim Bediding.

Pertama, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan prima. Kedua, bagi yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma atau sesak napas, disarankan membawa obat-obatan yang diperlukan.

Baca Juga:
Pelaku Pencurian Wisatawan Thailand di Bromo Ditangkap, Disporapar dan Pelaku Wisata Banjiri Apresiasi ke Polres Probolinggo

Selain itu, wisatawan dianjurkan membawa pakaian hangat, terutama jaket tebal yang mampu menahan angin dan air. Jaket jenis waterproof dinilai lebih efektif membantu menjaga suhu tubuh tetap hangat saat berada di daerah bersuhu rendah.

Penggunaan celana berbahan jeans juga sebaiknya dibatasi karena material tersebut cenderung menyerap dingin dan kelembapan, sehingga dapat membuat tubuh terasa lebih dingin.

Bagi keluarga yang membawa anak kecil, khususnya bayi berusia di bawah satu tahun, tidak disarankan berkunjung ke kawasan Gunung Bromo saat suhu sedang sangat rendah.

Fenomena Bediding tidak hanya berdampak pada aktivitas manusia. Sektor pertanian juga berpotensi terdampak karena tanaman hortikultura, sayuran, maupun bunga hias lebih rentan mengalami kerusakan hingga mati akibat suhu yang terlalu dingin.

Di sektor peternakan, cuaca ekstrem juga dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit pada ternak seperti ayam, kambing, maupun sapi yang pada kondisi tertentu dapat menyebabkan kematian.

Karena itu, masyarakat maupun pelaku usaha di bidang pertanian dan peternakan diimbau meningkatkan kewaspadaan selama fenomena Bediding berlangsung di Malang Raya.