Portal Jatim

Gas Melon 3 Kg Langka, Warga Kabupaten Probolinggo Menjerit

Redaksi
×

Gas Melon 3 Kg Langka, Warga Kabupaten Probolinggo Menjerit

Sebarkan artikel ini
Toko tradisional kehabisan stok gas LPG 3 Kg selama 5 hari

PROBOLINGGO — Kelangkaan tabung LPG subsidi 3 kilogram (gas melon) mulai dikeluhkan masyarakat di Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Jumat (10/4/2026).

Krisis pasokan ini tidak hanya terjadi di satu wilayah, melainkan merata di sejumlah toko pengecer di tiga kecamatan wilayah timur Kabupaten Probolinggo. Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan bahan bakar utama untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Seorang pemilik toko di Desa Triwungan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir pihaknya tidak menerima pasokan LPG dari agen.

“Sudah lima hari tidak ada kiriman, Mas. Banyak pelanggan datang mencari, tapi stok kosong. Ini tidak seperti biasanya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh pemilik toko di Desa Sumberanyar. Ia mengaku sudah tiga hari tidak mendapatkan suplai LPG subsidi.

“Biasanya rutin, tapi sekarang terhenti. Mungkin Senin baru ada kiriman lagi,” katanya singkat.

Di sisi lain, dampak kelangkaan ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Sumarmi, warga Dusun Banganyar, mengaku telah berkeliling mencari LPG 3 Kg di sejumlah toko terdekat, namun hasilnya nihil.

“Saya sudah cari ke beberapa toko, tapi tidak ada semua. Kami sangat kesulitan karena ini kebutuhan utama,” keluhnya.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan tersebut.

“Kalau memang katanya stok aman, tapi di lapangan kosong, ini gasnya ke mana? Kami minta segera ada tindakan,” tegasnya.

Warga juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan apabila ditemukan indikasi penimbunan atau praktik curang oleh oknum tertentu.

“Kalau ada pengecer nakal yang menimbun, harus ditindak tegas,” pungkasnya.

Baca Juga:
Operasi Keselamatan Semeru 2026 Digelar Polresta Sidoarjo, 250 Personel Dikerahkan Selama 14 Hari