PROBOLINGGO – Keterlambatan pencairan honor guru ngaji menjelang Hari Raya Idulfitri menjadi sorotan serius Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Probolinggo. Kondisi ini dinilai perlu segera ditangani mengingat tingginya harapan para penerima manfaat, khususnya di bulan Ramadan.
Perhatian tersebut muncul setelah Fraksi PDI Perjuangan menerima berbagai aspirasi langsung dari para guru ngaji. Mereka mengeluhkan belum cairnya tunjangan yang selama ini menjadi penopang kebutuhan, terutama menjelang Lebaran.
Menanggapi hal itu, Fraksi PDI Perjuangan melalui Komisi IV langsung melakukan penelusuran dan koordinasi dengan pihak terkait. Hasilnya, keterlambatan pencairan diketahui berkaitan dengan proses penataan data yang tengah dilakukan pemerintah daerah.
Proses cleansing data dilakukan untuk memastikan tidak ada penerima ganda, termasuk mereka yang tercatat sebagai tenaga pendidik di lembaga lain. Langkah ini dinilai penting guna menjamin bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan sesuai ketentuan.
Arief Hidayat, M.Pd.I, yang akrab disapa Cak Dayat, menegaskan bahwa validitas data dan ketepatan waktu pencairan sebenarnya telah menjadi perhatian sejak awal. Hal tersebut telah disampaikan dalam berbagai forum resmi, mulai dari pembahasan RPJMD, anggaran, hingga Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV.
“Kami memahami saat ini pemerintah daerah melalui bagian Kesra sedang melakukan percepatan agar pencairan bisa segera direalisasikan. Kami mengapresiasi upaya tersebut dan berharap tahun ini bisa lebih cepat dibanding sebelumnya,” ujarnya.
Di sisi lain, perhatian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait potensi hibah berulang turut menjadi momentum pembenahan sistem penyaluran bantuan. Ke depan, mekanisme penyaluran direncanakan akan diubah dari skema berbasis lembaga menjadi langsung kepada individu penerima.
Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, sekaligus meminimalkan potensi duplikasi data. Namun, implementasinya tetap membutuhkan basis data guru ngaji yang akurat, terintegrasi, dan terus diperbarui.
Fraksi PDI Perjuangan berharap proses penataan data yang saat ini berlangsung dapat menjadi pijakan perbaikan jangka panjang, sehingga persoalan serupa tidak kembali terulang, terutama di momen penting seperti Ramadan.
Sebagai penutup, Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan apresiasi atas dedikasi para guru ngaji dalam membina generasi. Mereka juga mengimbau agar para penerima tetap bersabar menunggu proses pencairan yang kini tengah dipercepat.
“Semoga upaya ini membawa hasil yang lebih baik, sehingga ke depan tunjangan dapat disalurkan tepat waktu, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para guru ngaji,” pungkasnya.











