SITUBONDO – Dugaan aliran limbah ke laut di kawasan pesisir Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, terus menuai perhatian. Di tengah sorotan publik, Azis, Mitra yang bekerja sama dengan PT Fuyuan dalam pembuangan sampah Organik Rumput Laut, membantah jika dugaan tersebut dikaitkan dengan aktivitas PT Fuyuan.
Azis menegaskan, PT Fuyuan saat ini sudah tidak beroperasi lebih dari satu bulan sehingga tidak ada aktivitas produksi yang berjalan.
“PT Fuyuan sudah lebih dari satu bulan tidak produksi. Jadi jangan sampai salah sasaran dan langsung mengarah ke PT Fuyuan tanpa melihat kondisi sebenarnya,” ujar AZ. Jumat (19/06/2026)
Menurut AZ, jika memang ada dugaan pencemaran laut, maka penelusuran harus dilakukan terhadap seluruh sumber aktivitas industri yang berada di sekitar lokasi. Ia menyebut, terdapat perusahaan lain yang berada berdampingan dengan PT Fuyuan, yakni PT Green One.
“Di lokasi itu bukan hanya PT Fuyuan. Ada PT Green one yang posisinya bersebelahan. Kalau memang ada dugaan limbah, harus dicek dari semua sisi dan sumbernya harus jelas,” tegas AZ kepada Media Portal Indonesia.
AZ meminta pemerintah dan instansi terkait segera melakukan pemeriksaan secara terbuka agar persoalan tersebut tidak menimbulkan dugaan yang simpang siur di tengah masyarakat.
“Yang penting cari fakta sebenarnya. Kalau memang ada pelanggaran, siapa pun harus bertanggung jawab. Tapi jangan sampai pihak yang tidak beraktivitas justru menjadi sasaran,” pungkasnya.
Hingga kini, dugaan persoalan limbah di pesisir Banyuglugur masih menjadi perhatian warga yang berharap adanya langkah cepat dari pihak berwenang untuk memastikan sumber dan dampak lingkungan yang terjadi.











