Portal Jatim

Kacau! MBG Tanpa Wadah di Demung Viral, Siswa Kesulitan dan Kue Berjatuhan

Redaksi
×

Kacau! MBG Tanpa Wadah di Demung Viral, Siswa Kesulitan dan Kue Berjatuhan

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video viral di TikTok yang memperlihatkan pembagian MBG tanpa wadah tambahan di Situbondo.

SITUBONDO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai perhatian publik setelah sebuah video dari akun TikTok man1s.berinfo viral pada Selasa (03/03/2026). Tayangan tersebut memperlihatkan pembagian makanan tanpa wadah tambahan, sehingga dinilai tidak tertata dan menyulitkan siswa.

Dalam video itu, terlihat sejumlah siswa kebingungan saat menerima kue karena tidak disertai kemasan plastik atau wadah sederhana. Beberapa makanan bahkan tampak terjatuh saat proses distribusi berlangsung.

Tas pembungkus makanan yang digunakan dalam penyaluran disebut harus dikembalikan ke SPPG Demung. Kondisi ini membuat siswa tidak memiliki tempat untuk membawa makanan dengan aman setelah pembagian selesai.

Seorang guru bernama Ririn turut memberikan komentar dalam rekaman tersebut. Ia menyoroti tata kelola distribusi yang dinilai kurang rapi.

“Di video saja(Viralkan). Bagaimana MBG ini kok semrawut,” ujarnya.

Dalam salah satu paket yang dibagikan, menu disebut terdiri atas roti, tiga butir kurma, telur, dan edamame. Meski secara komposisi dinilai memenuhi unsur gizi, sejumlah siswa menyampaikan ketidakpuasan mereka.

“Tidak sip,” ucap seorang siswa dalam video yang beredar.

Ada pula yang mengaku memilih membawa pulang roti tersebut, “nyamek dirumah tidak dimakan”, Ujarnya.

Keluhan pun mengarah pada pengelola SPPG Demung. Guru dan siswa mempertanyakan ketiadaan wadah plastik sederhana yang dinilai penting untuk menjaga kebersihan serta memudahkan pembagian makanan.

Sorotan lebih tajam datang dari Pemerhati Kebijakan Publik, Abdul Azis SAG. Ia menegaskan agar pelaksanaan program tidak mengurangi anggaran yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jangan kurangi anggaran yang sudah ditetapkan pemerintah. Sewa dapur dan operasional dananya sudah besar dan lebih dari cukup. Jangan serakah yang punya SPPG,” tegasnya.

Ia juga meminta adanya evaluasi menyeluruh serta langkah tegas terhadap pengelola SPPG Demung agar pelaksanaan MBG sesuai standar operasional.

Baca Juga:
Viral Dugaan Roti Berjamur di MBG SPPG Besuki 2, Publik Desak Audit Transparan

“Program ini untuk anak-anak. Jangan sampai niat baik pemerintah tercoreng karena pengelolaan yang tidak profesional,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Demung terkait polemik tersebut. Masyarakat kini menanti klarifikasi sekaligus perbaikan agar program MBG benar-benar berjalan tertib, higienis, dan tepat sasaran sesuai tujuan peningkatan gizi siswa.