Portal DIY

Lazismu DIY Audit Laporan Keuangan 2025, Dana Kelolaan Capai Rp77 M

Portal Indonesia
×

Lazismu DIY Audit Laporan Keuangan 2025, Dana Kelolaan Capai Rp77 M

Sebarkan artikel ini
Ketua LAZISMU DIY Jefree Wahana (kiri) tengah menyampaikan kata sambutan (Portal Indonesia/Bambang S)

YOGYAKARTA – Lazismu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memulai Audit Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 melalui Entry Meeting yang digelar di Aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Jalan Gedongkuning, Senin (22/6/2026).

Audit tersebut menjadi bagian dari komitmen Lazismu dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan yang dihimpun dari masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua PWM DIY Prof. Dr. H. Ariswan, M.Si., D.E.A., Ketua Lazismu DIY Jefree Fahana, ST., M.Kom., Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Samsul Bakri, jajaran pengurus Lazismu Pusat, pengurus Lazismu kabupaten/kota se-DIY, serta tim auditor dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid & Rekan.

Ketua Lazismu DIY Jefree Fahana mengatakan audit merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat sekaligus kewajiban bagi lembaga yang mengelola dana masyarakat. Menurutnya, audit tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga wujud pertanggungjawaban kepada masyarakat dan kepada Allah SWT.

“Audit bukan sekadar kewajiban administrasi, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat dan kepada Allah SWT. Seluruh proses pengelolaan dana harus dicatat dengan baik, sesuai syariat Islam dan standar akuntansi yang berlaku,” ujar Jefree.

Ia menegaskan Lazismu berkomitmen menyampaikan informasi pengelolaan dana secara terbuka kepada publik.

“Kami memberi informasi tentang pengelolaan dana secara terbuka dan transparan. Tidak ada yang ditutupi,” katanya.

Pada tahun buku 2025, sebanyak 105 kantor layanan Lazismu DIY mengikuti proses audit. Kabupaten Bantul menjadi daerah dengan capaian terbaik karena seluruh 28 kantor layanannya telah mengikuti audit.

Jefree mengungkapkan nilai penghimpunan dana yang diaudit terus mengalami peningkatan. Pada 2023 tercatat sebesar Rp44 miliar, meningkat menjadi sekitar Rp48 miliar pada 2024, dan mencapai Rp77 miliar pada 2025. Sementara dana pentasarufan yang diaudit pada tahun buku 2025 mencapai sekitar Rp71 miliar.

Ia berharap seluruh kantor layanan Lazismu DIY dapat mengikuti audit pada tahun mendatang sehingga tata kelola lembaga semakin kuat.

Audit tahun ini dilaksanakan oleh Kantor Akuntan Publik Abdul Hamid & Rekan dengan pemeriksaan berlangsung pada 22-25 Juni 2026. Dokumen yang diperiksa meliputi laporan keuangan lembaga, dokumentasi program, bukti pengeluaran, rekening bank, hingga sistem pencatatan keuangan.

Menurut Jefree, hasil audit yang dijadwalkan diumumkan pada Agustus 2026 akan memberikan gambaran yang jelas kepada para muzaki dan mustahik mengenai pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah dalam berbagai program pentasarufan.

Ia menambahkan Lazismu DIY secara konsisten meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) hingga tahun buku 2024. Capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola kelembagaan agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah semakin optimal bagi pemberdayaan umat.

Sementara itu, Wakil Ketua PWM DIY Prof. Ariswan menegaskan keberadaan Lazismu sangat dibutuhkan, baik oleh para muzaki yang ingin menyalurkan amanah hartanya maupun masyarakat yang berhak menerima manfaat.

“Yang kaya membutuhkan Lazismu untuk menyalurkan amanahnya, sedangkan yang membutuhkan juga memerlukan Lazismu sebagai lembaga yang dipercaya menyalurkan bantuan. Karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Ariswan menilai Lazismu terus menunjukkan perbaikan tata kelola keuangan dari tahun ke tahun. Menurutnya, apabila dalam proses audit ditemukan catatan, hal tersebut harus dijadikan masukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga.

Selain itu, ia mengapresiasi berbagai inovasi program Lazismu, mulai dari beasiswa pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga program-program sosial yang memberikan manfaat luas bagi umat.

Paparan teknis pelaksanaan audit disampaikan oleh Bayu Jayanto bersama tim auditor dari KAP Abdul Hamid & Rekan. Pelaksanaan audit juga menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat kapasitas pengelola Lazismu dalam menyusun laporan keuangan yang semakin akuntabel, transparan dan profesional (bams)