Portal DIY

Lebaran 2026 di Sleman Ramai, tetapi Belanja Wisatawan Menurun

Portal Indonesia
×

Lebaran 2026 di Sleman Ramai, tetapi Belanja Wisatawan Menurun

Sebarkan artikel ini
Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto

SLEMAN — Suasana libur Lebaran 2026 di Kabupaten Sleman tetap semarak dengan tingginya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan. Kawasan Kaliurang hingga lereng Gunung Merapi masih dipadati pengunjung, yang didominasi wisatawan domestik.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, mengatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan selama periode 14–29 Maret 2026 mencapai 502.267 orang.

“Angka ini memang sedikit menurun dibandingkan Lebaran 2025 yang mencapai 556.033 kunjungan, atau turun sekitar 9,57 persen,” ujar Kus Endarto, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, mayoritas wisatawan berasal dari wilayah Jawa Tengah dan DIY sebesar 35,6 persen, disusul Jawa Timur 32,4 persen, serta Jabodetabek dan Banten 27,5 persen.

Destinasi wisata berbasis budaya dan alam masih menjadi favorit. Candi Prambanan mencatat kontribusi kunjungan tertinggi sebesar 27,47 persen. Selain itu, kawasan Kaliadem, Kaliurang, Jeep wisata Merapi, dan Ledok Sambi juga menjadi tujuan utama wisatawan.

Namun, di tengah tingginya mobilitas wisatawan, terdapat perubahan pola belanja yang cukup signifikan. Rata-rata pengeluaran wisatawan tahun ini tercatat sebesar Rp563.759 per orang.

Total perputaran uang selama periode Lebaran mencapai Rp637,8 miliar, tetapi mengalami penurunan sekitar 18,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ini menunjukkan bahwa wisatawan cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya,” kata Kus.

Dari sisi pengeluaran, wisatawan masih memprioritaskan kuliner dengan porsi 29,5 persen. Selanjutnya diikuti akomodasi 25,4 persen, transportasi 20,3 persen, dan oleh-oleh 15,6 persen.

Selain itu, rata-rata lama tinggal wisatawan tercatat 2,25 hari. Durasi ini mencerminkan tren perjalanan singkat atau short getaway yang semakin diminati.

Menurut Kus, kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku industri pariwisata.

“Wisatawan tetap datang dan menikmati, tetapi dengan cara yang lebih terukur. Ini menuntut pelaku wisata untuk menghadirkan pengalaman yang bermakna dengan harga yang rasional serta layanan yang lebih personal,” ujarnya. (Brd)

Baca Juga:
Jelang Lebaran, Polres Probolinggo Perketat Pengawasan LPG, Waspadai Kelangkaan dan Penimbunan