Portal Jateng

Menteri Kebudayaan Dorong Lulusan UT Purwokerto Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Inovasi Daerah

Portal Indonesia
×

Menteri Kebudayaan Dorong Lulusan UT Purwokerto Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Inovasi Daerah

Sebarkan artikel ini
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon (Ist)

PURWOKERTO – Sebanyak 875 wisudawan dan wisudawati Universitas Terbuka (UT) Purwokerto Periode 2025/2026 Genap didorong untuk tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi segera menerjemahkan ilmu pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh selama kuliah menjadi karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam rangkaian kegiatan seminar dan Wisuda Daerah UT Purwokerto yang berlangsung di Purwokerto, Selasa (6/10/2026). Kegiatan mengangkat tema “Peran Generasi Muda Akademis dalam Menggerakkan Inovasi Daerah dan Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan.”

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan Universitas Terbuka, di antaranya Rektor Universitas Terbuka, Direktur UT Purwokerto Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., para manajer, dosen, tenaga kependidikan, mitra, serta para wisudawan dan keluarga.

Pesan khusus Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc., kepada para wisudawan menjadi salah satu bagian penting dalam momentum tersebut. Dalam ucapan yang disampaikan atas nama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Menteri Kebudayaan menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati UT Purwokerto.

Menurut Fadli Zon, wisuda bukanlah titik akhir dari perjalanan pendidikan. Sebaliknya, momentum tersebut merupakan awal bagi lulusan untuk membawa ilmu pengetahuan dan kompetensi ke tengah masyarakat.

“Wisuda hari ini merupakan awal bagi Saudara untuk membawa ilmu pengetahuan dan kompetensi ke tengah masyarakat,” demikian pesan Menteri Kebudayaan dalam ucapan untuk wisudawan dan wisudawati UT Purwokerto.

Pesan tersebut sejalan dengan tema besar kegiatan yang menempatkan generasi muda akademis sebagai salah satu kekuatan penting dalam mendorong inovasi daerah sekaligus membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Fadli Zon menilai tema yang diusung UT Purwokerto sangat relevan dengan arah pemajuan kebudayaan Indonesia. Menurutnya, kebudayaan tidak semata-mata berkaitan dengan warisan yang harus dijaga, tetapi juga merupakan modal strategis untuk membangun inovasi, kreativitas, kesejahteraan, dan ekonomi berkelanjutan.

Baca Juga:
UT Purwokerto Dorong Ekonomi Syariah Lebih Inklusif, Sadewo: Jangan Berhenti di Konsep

Pandangan tersebut memberikan perspektif yang luas kepada para lulusan. Pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan individu yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang mampu membaca potensi lingkungan, memahami persoalan masyarakat, dan menciptakan solusi yang relevan.

Dalam konteks daerah, kekayaan budaya dan kearifan lokal dapat menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan inovasi baru. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi, pengetahuan, kreativitas, dan kemampuan kewirausahaan sehingga menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

Menteri Kebudayaan juga berpesan agar lulusan Universitas Terbuka mampu mengembangkan potensi daerah, mengangkat kekayaan budaya dan kearifan lokal, serta memanfaatkan teknologi dan pengetahuan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi lulusan UT yang selama proses pendidikan terbiasa menjalani pembelajaran dengan fleksibilitas dan memanfaatkan teknologi. Karakter pendidikan jarak jauh yang memungkinkan mahasiswa belajar dari berbagai tempat memberikan pengalaman tersendiri dalam membangun kemandirian, disiplin, dan kemampuan beradaptasi.

Karena itu, lulusan UT tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan sesuai bidang keilmuan masing-masing, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan profesional dan sosial.

Direktur UT Purwokerto Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., dalam rangkaian kegiatan wisuda juga menekankan bahwa kelulusan merupakan awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk mengaktualisasikan kompetensi yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.

Semangat tersebut semakin kuat melalui seminar yang menghadirkan perspektif mengenai pemberdayaan potensi generasi muda, inovasi, pengembangan daerah, hingga kemandirian ekonomi berkelanjutan.

Salah satu narasumber, Najla Afiyah Hijrina Hadiyansah dari Kinobi, mengangkat tema **“Empowering Potential to Driving Innovation.”** Tema ini memberikan penekanan bahwa potensi generasi muda perlu diberdayakan agar mampu berkembang menjadi kekuatan inovasi.

Baca Juga:
Jejak Sang Perintis BNI di Dawuhan, UT Purwokerto Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Margono Djojohadikusumo

Sementara itu, Prof. Dr. Icuk Rangga Bawono, S.H., S.E., M.Si., M.H., Ak., CA., ASEAN CPA., CTAP., CPA., CertIPSAS., CFrA., ACFI., memberikan perspektif akademik dan profesional yang memperkaya pembahasan mengenai kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan pembangunan ekonomi.

Bagi 875 wisudawan UT Purwokerto, pesan tersebut menjadi bekal penting setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Mereka diharapkan tidak hanya mencari peluang kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi.

Menteri Kebudayaan secara khusus mengajak para lulusan untuk menggunakan ilmu yang dimiliki untuk berkarya, berkolaborasi, menciptakan lapangan kerja, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Pesan itu sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan seorang lulusan tidak semata-mata diukur dari gelar akademik yang diperoleh, tetapi juga dari seberapa jauh ilmu tersebut memberikan dampak bagi lingkungan sekitarnya.

Pada akhirnya, para lulusan diharapkan menjadi generasi yang maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, kuat dalam karakter, tetapi tetap berakar pada kebudayaan Indonesia.

Menteri Kebudayaan menutup pesannya dengan ajakan kepada para wisudawan untuk terus belajar, terus berinovasi, dan menjadi bagian dari generasi yang menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan untuk membangun daerah dan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Momentum wisuda UT Purwokerto pun tidak sekadar menjadi seremoni akademik. Di balik toga dan ijazah yang diterima, terdapat harapan agar 875 lulusan mampu membawa semangat pembelajaran ke ruang-ruang kehidupan yang lebih luas, menggerakkan inovasi, memperkuat ekonomi daerah, dan menjadikan pengetahuan sebagai kekuatan untuk membangun Indonesia. (*)