Portal Jateng

Tujuh Calon Tutor Ikuti Wawancara, UT Purwokerto Perkuat Layanan Pembelajaran Jarak Jauh

Portal Indonesia
×

Tujuh Calon Tutor Ikuti Wawancara, UT Purwokerto Perkuat Layanan Pembelajaran Jarak Jauh

Sebarkan artikel ini
Wawancara calon tutor Tutorial Tatap Muka (TTM) dan Tutorial Webinar (Tuweb) UT Purwokerto (Ist)

 

PURWOKERTO — Universitas Terbuka (UT) Purwokerto terus memperkuat kualitas layanan akademik melalui penyiapan sumber daya tutor yang kompeten. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui wawancara calon tutor Tutorial Tatap Muka (TTM) dan Tutorial Webinar (Tuweb) yangdilaksanakan secara daring pada Rabu (16/9/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh tujuh calon tutor dari berbagai bidang keilmuan yang disesuaikan dengan kebutuhan mata kuliah dan kelas TTM maupun Tuweb di wilayah kerja UT Purwokerto.

Proses wawancara menjadi salah satu tahapan penting untuk melihat kesiapan calon tutor dalam mendampingi mahasiswa sekaligus memastikan bahwa tutor yang terlibat memiliki kompetensi akademik dan kemampuan pembelajaran yang sesuai dengan karakter pendidikan jarak jauh UT.

Wawancara dilakukan oleh Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., bersama Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni, Drs. Suhartono, M.Si. Keduanya menggali kesiapan calon tutor dari sisi penguasaan bidang keilmuan, pemahaman terhadap pembelajaran di UT, kemampuan berinteraksi dengan mahasiswa, serta kesiapan menjalankan peran sebagai pendamping proses belajar.

Dalam sistem pembelajaran UT, tutorial bukan sekadar forum penyampaian materi. Tutorial menjadi salah satu bentuk bantuan belajar yang dirancang untuk membantu mahasiswa memperdalam pemahaman terhadap materi sekaligus mendukung proses belajar mandiri.

UT menyediakan beberapa modus tutorial, termasuk TTM dan Tuweb, yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pendampingan akademik sesuai kebutuhan dan kondisi pembelajaran mereka.

TTM dilaksanakan secara langsung antara tutor dan mahasiswa, sedangkan Tuweb memungkinkan interaksi pembelajaran secara sinkron melalui jaringan internet.

Dalam Tuweb, tutor dapat memberikan penguatan terhadap materi atau konsep yang belum dikuasai mahasiswa, memberikan contoh penerapan, membahas diskusi, hingga membantu mahasiswa memahami tugas yang belum dikerjakan dengan tepat.

Baca Juga:
Hipertensi di DIY Tinggi, OMRON Dekatkan Layanan Pemantauan Tekanan Darah

Karakter tersebut membuat posisi tutor memiliki arti penting dalam ekosistem akademik UT. Tutor tidak hanya dituntut menguasai substansi mata kuliah, tetapi juga mampu menciptakan interaksi pembelajaran yang mendorong mahasiswa aktif, kritis, dan semakin mandiri.

Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., dalam kegiatan wawancara memberikan arahan mengenai pentingnya kesiapan tutor dalam menjalankan tugas akademik.

Tutor diharapkan mampu memahami karakter mahasiswa UT yang berasal dari latar belakang, wilayah, pengalaman, dan kebutuhan belajar yang beragam.

Sementara itu, Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni UT Purwokerto, Drs. Suhartono, M.Si., turut memberikan perhatian pada aspek kesiapan calon tutor dalam melaksanakan pembelajaran yang terstruktur dan sesuai dengan ketentuan akademik UT.

Kehadiran tutor yang berkualitas menjadi bagian dari upaya UT untuk menjaga konsistensi mutu pembelajaran. Dalam pendidikan jarak jauh, kualitas interaksi akademik menjadi salah satu aspek penting karena mahasiswa menjalani proses belajar yang menempatkan kemandirian sebagai bagian utama dari pengalaman belajarnya.

Konsep tersebut sejalan dengan karakter pembelajaran UT yang memadukan belajar mandiri dengan berbagai bentuk bantuan belajar. UT sendiri menegaskan bahwa belajar mandiri bukan berarti mahasiswa belajar seorang diri. Dukungan tutorial menjadi salah satu instrumen untuk membantu mahasiswa memperoleh arahan, penguatan, dan interaksi akademik selama proses belajar.

Salah satu dosen UT Purwokerto, Indah Setia Utami, menjelaskan bahwa tutor TTM maupun Tuweb memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas pemahaman mahasiswa.

“Tutor tidak hanya menyampaikan materi, tetapi membantu mahasiswa menghubungkan konsep dengan persoalan yang mereka hadapi. Karena itu, kualitas interaksi tutor dengan mahasiswa sangat menentukan bagaimana materi dapat dipahami secara lebih mendalam,” jelasnya.

Menurutnya, mahasiswa UT memiliki karakteristik yang beragam. Sebagian mahasiswa menjalani aktivitas belajar di tengah kesibukan bekerja, berwirausaha, maupun aktivitas lainnya.

Baca Juga:
DPC PP PAUD Sleman Perkuat Pengasuhan Generasi Alpha untuk Hadapi Tantangan Era Digital

Kondisi tersebut membutuhkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian materi, tetapi juga mampu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bertanya, berdiskusi, mendapatkan umpan balik, dan mengembangkan kemampuan berpikir.

“Tutor perlu menjadi fasilitator yang mendorong mahasiswa untuk aktif. Ketika mahasiswa dapat mengajukan pertanyaan, berdiskusi, mengaitkan teori dengan praktik, dan memperoleh umpan balik, proses tutorial akan memberikan nilai tambah terhadap pembelajaran mandiri mereka,” lanjutnya.

Peran tutor sebagai fasilitator dan penggerak kemandirian belajar juga telah menjadi bagian dari konsep tutorial UT. Literatur UT menjelaskan bahwa tutor berperan sebagai pemicu dan pemacu kemandirian belajar, sekaligus pembimbing, fasilitator, dan mediator bagi mahasiswa dalam membangun pengetahuan serta keterampilan akademik dan profesional.

Dengan demikian, seleksi calon tutor tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan akademik dalam bidang tertentu. Kesiapan berkomunikasi, kemampuan mengelola interaksi kelas, memberikan umpan balik, memahami karakter pembelajaran jarak jauh, serta komitmen terhadap standar akademik menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Langkah tersebut juga sejalan dengan kebijakan UT dalam menjaga kualitas layanan tutorial. UT secara berkala melakukan proses rekrutmen, pelatihan, dan penyegaran tutor sebagai bagian dari penguatan kualitas layanan pembelajaran. Pada 2026, misalnya, UT menyelenggarakan pelatihan bagi calon tutor dengan penekanan pada kesiapan akademik dan kualitas pendampingan mahasiswa.

Bagi UT Purwokerto, proses wawancara tujuh calon tutor ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan penyelenggaraan tutorial yang disesuaikan dengan kebutuhan kelas dan bidang keilmuan. Setiap tutor diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional serta berkontribusi terhadap terciptanya proses pembelajaran yang aktif, relevan, dan berorientasi pada capaian pembelajaran.

Pada akhirnya, kualitas lulusan tidak hanya dibangun melalui bahan ajar dan sistem pembelajaran yang terstruktur, tetapi juga melalui kualitas interaksi akademik yang diterima mahasiswa. Dalam konteks tersebut, tutor menjadi salah satu mata rantai penting yang menghubungkan sistem pembelajaran UT dengan pengalaman belajar mahasiswa.

Baca Juga:
Marsudi Syuhud Dinilai Punya Kapasitas Perkuat Kontribusi bagi Umat dan Bangsa

Melalui proses seleksi dan penyiapan tutor yang dilakukan secara cermat, UT Purwokerto berupaya memastikan bahwa layanan TTM dan Tuweb tidak sekadar menjadi sarana pertemuan, melainkan menjadi ruang akademik yang membantu mahasiswa memahami materi, mengembangkan kemampuan berpikir, dan semakin siap menerapkan pengetahuan dalam kehidupan profesional maupun masyarakat. (trs)