KOTA MALANG – Tim Inafis Polresta Malang Kota langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah kebakaran melanda ruang gizi dan laundry Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Kamis (10/9/2026).
Olah TKP dilakukan beberapa saat setelah api berhasil dipadamkan. Selain memeriksa lokasi kebakaran, petugas juga meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui sumber dan penyebab munculnya api.
Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhikin mengatakan, berdasarkan keterangan saksi pertama, Riske Dwi Jayanti, yang bertugas di ruang gizi, api pertama kali terlihat dari saluran blower atau exhaust.
“Dari keterangan saksi Riske Dwi Jayanti yang bertugas di ruang gizi mengatakan api pertama kali terlihat di saluran blower (exhaust),” ujar Lukman.
Keterangan tersebut juga diperkuat oleh saksi kedua, Mita Wijayanti. Kepada petugas, Mita menyampaikan bahwa api juga terlihat berasal dari saluran blower.
“Saksi kedua kemudian menghubungi pihak keamanan RSSA yang kemudian diteruskan menghubungi Damkar Kota Malang,” jelasnya.
Exhaust Diduga Mengalami Overheat
Dari hasil olah TKP, Tim Inafis menemukan indikasi bahwa kebakaran bermula dari saluran exhaust yang mengalami panas berlebih atau overheat.
Lukman menjelaskan, panas berlebih pada saluran exhaust kemudian menimbulkan percikan api. Api terus membesar hingga membakar bagian plafon ruang gizi.
“Dikarenakan saluran exhaust terlalu panas sehingga timbul percikan api yang terus membesar dan kemudian membakar bagian plafon ruang gizi. Api juga menyambar ruang laundry yang bertepatan bersebelahan,” ungkapnya.
Meski sempat membuat pihak rumah sakit dan pasien panik, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
“Dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak ada korban dan hanya menimbulkan kerugian materiil,” pungkas Lukman.
Polisi masih melakukan pendataan terhadap kerugian materiil yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut.











