Portal Sumsel

Pangdam II/Sriwijaya Minta Camat dan Kades Perkuat Pengawasan Karhutla di OKI

Redaksi
×

Pangdam II/Sriwijaya Minta Camat dan Kades Perkuat Pengawasan Karhutla di OKI

Sebarkan artikel ini

OKI – Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., meminta para camat dan kepala desa di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, memperkuat pengawasan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pesan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Pangdam II/Sriwijaya ke Makodim 0402/OKI, Rabu (30/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para camat, serta kepala desa se-Kabupaten OKI.

Kedatangan Pangdam disambut Komandan Kodim 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., bersama unsur Forkopimda setempat.

Dalam sambutannya, Dandim 0402/OKI-OI menekankan pentingnya memperkuat kerja sama lintas sektor untuk menekan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah OKI.

“Kita harus semakin solid dan kompak dalam melaksanakan penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten OKI. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, para camat, kepala desa, serta seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat sehingga potensi dan kejadian Karhutla dapat ditekan dan diminimalkan,” ujar Gunawan.

Wakil Bupati OKI Supriyanto, S.H., turut menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

Dalam arahannya, Ujang Darwis memaparkan perkembangan karhutla di Sumatera Selatan, termasuk data titik api dan luasan lahan yang terbakar, khususnya di Kabupaten OKI.

Ia menjelaskan, sejumlah peralatan dan kendaraan pendukung telah didistribusikan untuk membantu penanganan karhutla. Namun, kesiapan sarana dan prasarana perlu diimbangi dengan keterlibatan aktif pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat.

Pangdam juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang meluas serta menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kehidupan warga.

Karena itu, para camat dan kepala desa diminta menggencarkan sosialisasi mengenai bahaya serta larangan pembakaran lahan.

Baca Juga:
Tim Mabes TNI Gencarkan Penyuluhan Karhutla, Sasar Warga Sejumlah Desa di OKI

Kepala desa juga diharapkan aktif memantau wilayahnya, melakukan deteksi dini, menggerakkan relawan desa, serta melaksanakan mitigasi untuk mengantisipasi kebakaran. Penegakan aturan terhadap aktivitas pembakaran lahan juga perlu didukung.

“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Kepala desa memiliki peran yang sangat penting karena berada paling dekat dengan masyarakat. Lakukan sosialisasi, edukasi, pengawasan dan deteksi dini, sehingga apabila terdapat potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani,” tegas Ujang.

Selain memperkuat pengawasan, Pangdam menyampaikan adanya dukungan pembangunan 22 titik sumur bor untuk membantu penyediaan sumber air dalam penanganan karhutla.

Sumur bor tersebut tidak hanya diharapkan membantu proses pemadaman, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami kekurangan air.

Usai memberikan pengarahan, Pangdam bersama Forkopimda, camat, kepala desa, dan peserta kegiatan melaksanakan foto bersama. Rombongan kemudian meninjau Posko Siaga Karhutla BPBD Kabupaten OKI untuk melihat kesiapan personel serta koordinasi penanganan kebakaran.

Agenda dilanjutkan dengan peninjauan lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Cinta Jaya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memantau langkah penanganan yang telah dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Karhutla.

Kunjungan kerja ini turut dihadiri Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, sejumlah pejabat Kodam II/Sriwijaya, serta pejabat terkait lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pemerintahan desa diharapkan semakin kuat sehingga upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Kabupaten OKI dapat berjalan lebih cepat, terpadu, dan berkelanjutan.