SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui kolaborasi strategis dengan Perpukadesi. Kerja sama ini difokuskan pada revitalisasi sektor pendidikan hingga pembukaan akses kerja internasional bagi warga Sidoarjo.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Bupati Subandi dan Sekretaris Jenderal Perpukadesi, Sokhiatulo Laoli, di Jakarta, Selasa (12/05/2026).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah program prioritas yang mencakup sektor pendidikan, ketenagakerjaan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Salah satu program yang disepakati adalah revitalisasi fasilitas pendidikan melalui pembangunan 21 ruang kelas baru. Dari jumlah tersebut, 10 ruang kelas direncanakan dibangun pada 2026, sementara 11 ruang kelas lainnya akan direalisasikan pada 2027.
Selain penguatan sektor pendidikan, Pemkab Sidoarjo juga mendapatkan dukungan fasilitasi bagi 50 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan diberangkatkan ke Jepang.
Program ini dinilai menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja asal Sidoarjo sekaligus memperluas daya saing mereka di pasar kerja internasional.
Bupati Subandi menilai kehadiran Perpukadesi membuktikan bahwa pengabdian seorang kepala daerah tidak berhenti setelah masa jabatan berakhir.
“Ini menunjukkan bahwa pengabdian tidak berhenti di masa jabatan. Justru setelah itu, kontribusi bisa tetap diberikan untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi atas peran aktif Sekjen Perpukadesi yang dinilai terus menghadirkan gagasan dan program nyata untuk masyarakat.
“Kemaslahatan ini adalah yang utama, beliau seperti sekjen masih bisa memberikan hal-hal yang bermanfaat,” tambahnya.
Menurut Subandi, kolaborasi ini bukan sekadar program bantuan, melainkan langkah konkret untuk mempercepat pembangunan daerah, khususnya pada sektor-sektor yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
“Ini bukan sekadar program bantuan, tetapi bentuk kolaborasi nyata untuk memperkuat SDM dan meningkatkan kesejahteraan warga Sidoarjo,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat, khususnya para pencari kerja, untuk terus membangun semangat dan etos kerja di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat.
“Ayo kerja sing semangat, kerja itu tidak usah banyak pilih-pilih, tanamkan rasa semangat, dilakoni dengan ikhlas,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, menyebut program penempatan 50 PMI ke Jepang sebagai langkah strategis membuka akses kerja produktif bagi tenaga kerja lokal.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan peluang kerja di luar negeri, tetapi juga memastikan seluruh proses penempatan berlangsung sesuai prosedur, aman, dan terlindungi.
“Kami memastikan seluruh tahapan pendampingan berjalan sesuai ketentuan, mulai dari administrasi, pelatihan, hingga kesiapan keterampilan calon tenaga kerja migran sebelum diberangkatkan,” jelasnya.
Dwi Eko menambahkan, dukungan dari Perpukadesi juga mencakup penguatan sektor pertanian dan peternakan sebagai bagian dari pembangunan SDM yang lebih menyeluruh.
Seluruh program ini direncanakan berjalan dalam dua tahap, yakni sepanjang 2026 hingga 2027, sebagai bagian dari kesinambungan pembangunan daerah di Kabupaten Sidoarjo.











