Portal DIY

Tingkatkan Standar Konservasi, 31 Lembaga FKKBA Indonesia Pelajari Manajemen Satwa di GL Zoo

Portal Indonesia
×

Tingkatkan Standar Konservasi, 31 Lembaga FKKBA Indonesia Pelajari Manajemen Satwa di GL Zoo

Sebarkan artikel ini

 

​YOGYAKARTA – Forum Kerjasama Kebun Binatang dan Akuatik (FKKBA) Indonesia melakukan kunjungan kerja rutin ke Gembira Loka Zoo (GL Zoo) Yogyakarta, Kamis (7/4/2026). Kunjungan ini menjadi ajang studi banding sekaligus penguatan koordinasi antar-pimpinan lembaga konservasi di seluruh Indonesia.

​Ketua FKKBA Indonesia, Junjung S.E., menyampaikan agenda tahunan ini merupakan wadah penting untuk saling berbagi informasi (sharing) mengenai isu-isu terkini di dunia satwa serta ajang silaturahmi antar-anggota. ​”Manfaatnya luar biasa bagi FKKBA. Kami melakukan studi banding untuk membicarakan isu satwa dan melihat langsung standar pengelolaan di GL Zoo yang sudah berkelas internasional,” ujar Junjung di sela kunjungannya di GL Zoo.

​Menurutnya, GL Zoo saat ini menjadi acuan bagi 31 lembaga konservasi yang bernaung di bawah FKKBA Indonesia. Ia berharap hasil kunjungan ini dapat diaplikasikan oleh masing-masing anggota di daerah asal guna memastikan satwa tetap sejahtera dan lestari.

​”Kami melihat kelebihannya luar biasa, terutama dalam hal edukasi dan pelestarian satwa yang dilindungi. Manajemennya sudah tertata dengan sangat baik,” tambahnya.

​Dalam kunjungan tersebut, pihak GL Zoo memberikan akses khusus bagi para peserta untuk melihat area back of house (BOH) atau area belakang layar yang biasanya tertutup untuk umum. Para pimpinan lembaga konservasi ini diajak meninjau tempat istirahat satwa hingga dapur nutrisi.

​Kurator GL Zoo, Leonardo Nico, menjelaskan keterbukaan ini bertujuan untuk menunjukkan standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan oleh Gembira Loka kepada sesama anggota forum.

​”Kami memberikan kunjungan spesial ke dapur nutrisi dan tempat istirahat satwa. Harapannya, kami bisa saling berbagi ilmu agar seluruh anggota FKKBA bisa maju bersama-sama, yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan satwa itu sendiri,” jelas Nico.

Baca Juga:
GL Zoo Targetkan Masuk Perhimpunan Kebun Binatang Dunia di 2026

​Meski menjadi salah satu acuan, Nico mengaku pihak GL Zoo tetap terbuka terhadap masukan dan evaluasi dari para peserta kunjungan, terutama dari para ahli bidang akuatik.

​”FKKBA diharapkan menjadi ruang di mana para anggota bisa saling belajar dan berkomunikasi. Tujuannya agar industri pariwisata berbasis lembaga konservasi di Indonesia semakin maju dan memberikan citra positif bagi dunia internasional, khususnya dalam menjaga satwa endemik Indonesia,” kata Nico.

​Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini dihadiri oleh pimpinan lembaga konservasi dari berbagai daerah, termasuk anggota baru seperti Jember Zoo, dan berlangsung secara interaktif di lingkungan kebun binatang terbesar di Jateng dan DIY tersebut (bams)