Portal DIY

Penanaman 1.000 Bibit Pisang Bukti Nyata Kehadiran Muhammadiyah

Portal Indonesia
×

Penanaman 1.000 Bibit Pisang Bukti Nyata Kehadiran Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini
Bupati Kulonprogo Agung Setyawan saat penanaman bibit pohon pisang (ist)

KULONPROGO – “Penanaman bibit pisang ini bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi bagian dari upaya membangun kemandirian pangan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat,” demikian ditegaskan Bupati Kulonprogo  Agung Setyawan, saat menghadiri penanaman 1.000 bibit pisang di Padukuhan Grubug, Jatisarono, Nanggulan, Kulonprogo, Minggu (16/11/2025).

Kegiatan penanaman bibit pisang digelar bertepatan dengan Milad Muhammadiyah ke-113 itu menjadi bagian dari program nasional Kampung Berkemajuan yang diinisiasi LAZISMU dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah. Program ini mendorong Dusun Grubub menjadi sentra produksi olahan pisang bernilai tambah tinggi, dengan pendampingan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) DIY.

Ketua JATAM DIY, Lukman Johanudin, menjelaskan pendampingan dilakukan secara holistik mulai dari pembibitan, budidaya, pengelolaan, hingga pemasaran.

Sementara Ketua LAZISMU DIY, Jefree Fahana, menyebut program telah berjalan sejak Januari 2025 dan akan diteruskan hingga 2026 dengan fokus penguatan UMKM olahan pisang serta pembentukan jejaring pemasaran, termasuk bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Agung mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang dinilainya memberi manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk pemanfaatan lahan wakaf untuk kegiatan produktif.

“Jika warga Muhammadiyah di Kulon Progo membutuhkan pengembangan pertanian yang lebih baik, kami siap berkolaborasi,” ujarnya.

Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi LAZISMU DIY, MPM PWM DIY, BPRS HIK MCI, serta dukungan PDM Kulon Progo, PCM Nanggulan, pemerintah kapanewon, dan masyarakat Dusun Grubug. Program ini diharapkan menjadi percontohan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal di DIY. (bams)

Baca Juga:
Muhammadiyah dan Lazismu Luncurkan Program Berdaya, Dorong Kemandirian Ekonomi Difabel