Portal Jateng

Peringati Hari Kartini, 100 Perempuan Muntilan “Nandur” Media Tanam Organik

Portal Indonesia
×

Peringati Hari Kartini, 100 Perempuan Muntilan “Nandur” Media Tanam Organik

Sebarkan artikel ini

 

​MAGELANG — Semangat Kartini masa kini tidak hanya soal literasi, tetapi juga kemandirian pangan dan kelestarian alam. Hal ini dibuktikan oleh 100 perempuan dari berbagai desa dan organisasi di wilayah Muntilan yang berkumpul di Balai Desa Muntilan, Kabupaten Magelang, Sabtu (18/4/2026).

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para perempuan ini mengikuti pelatihan pembuatan media tanam organik yang diselenggarakan oleh Wanita Katolik RI (WKRI) Cabang Kabupaten Magelang. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya nyata mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pertanian ramah lingkungan.

​Simbol Kebangkitan dan Kolaborasi

​Ketua Panitia, Yuliana Setya Rahayu, menegaskan bahwa agenda ini adalah simbol kebangkitan perempuan untuk memperkuat kemandirian. Menurutnya, keterampilan bertani secara organik dapat menjadi perekat jejaring antar komunitas yang ada di Muntilan.
​“Acara ini tidak hanya menginspirasi literasi pertanian, tetapi juga mendorong kemandirian perempuan serta memperkuat jejaring antar komunitas,” ujar Yuliana.

​Ubah Limbah Jadi Rupiah

​Pelatihan ini menghadirkan praktisi pertanian, Endrianingsih Yunita, sebagai narasumber. Para peserta tidak hanya duduk mendengarkan teori, tetapi langsung terjun mempraktikkan cara meracik media tanam berkualitas dengan memanfaatkan limbah rumah tangga.

Endrianingsih menekankan bahwa pertanian organik adalah solusi cerdas untuk menekan biaya produksi sekaligus menghasilkan pangan yang lebih sehat bagi keluarga.

“Dengan memanfaatkan bahan lokal yang ada di sekitar kita, biaya bisa ditekan dan hasil yang diperoleh jauh lebih sehat untuk dikonsumsi,” jelasnya.

​Wajah Keberagaman di Balai Desa

​Ada pemandangan menarik dalam kegiatan ini. Semangat kebersamaan tampak kental dengan hadirnya tokoh lintas sektoral dan organisasi perempuan lintas agama. Terlihat perwakilan dari Fatayat, Muslimat, hingga Wanita Kristen duduk bersama anggota PKK dan WKRI.

Baca Juga:
Polda Jateng Bongkar TPPU Modus Investasi Walet, Kerugian Capai Rp78 Miliar

Dukungan juga datang dari unsur Pemerintah Kecamatan, Desa, TNI-Polri, hingga Linmas. Sinergi ini menunjukkan bahwa isu lingkungan dan pemberdayaan perempuan menjadi kepentingan bersama tanpa memandang latar belakang.

Melalui pelatihan ini, panitia berharap gerakan “nandur” organik ini dapat dimulai dari skala rumah tangga. Selain memberikan keterampilan baru yang bernilai ekonomi, aksi ini diharapkan menjadi kontribusi nyata kaum perempuan Muntilan dalam menjaga kelestarian bumi. (bams)