SLEMAN – Pedagang Pasar Godean, Kabupaten Sleman, membagikan 4.000 porsi makanan secara gratis kepada masyarakat dalam peringatan satu tahun operasional pasar tersebut, Jumat (30/10/2026) kemarin.
Kegiatan yang diinisiasi Paguyuban Pedagang Pasar Godean itu juga diisi dengan berbagai kegiatan lain seperti donor darah dan pentas aneka seni tradisi.
4.000 porsi makanan yang dibagikan para pedagang itu terdiri atas bakso, siomay, dan mi ayam. Makanan tersebut disediakan secara swadaya oleh para pedagang untuk masyarakat secara cuma cuma.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi kepedulian dan solidaritas para pedagang yang tetap menyisihkan waktu serta tenaga untuk kegiatan sosial di tengah kesibukan menjalankan aktivitas ekonomi.
“Di tengah kesibukan dalam menjalankan aktivitas ekonomi, kita masih dapat menyaksikan tumbuhnya kepedulian terhadap sesama. Semoga Jumat Berkah yang dibagikan dan setiap tetes darah yang disumbangkan menjadi jalan pertolongan bagi mereka yang membutuhkan,” kata Harda ketika menghadiri peringatan satu tahun operasional Pasar Godean tersebut.

Selain pembagian makanan kepada para pengunjung pasar, kegiatan donor darah juga diikuti pedagang, petugas pasar, dan warga sekitar. Antusiasme peserta menunjukkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan sosial yang digelar di lingkungan pasar tersebut. Bahkan Bupati Sleman juga ikut donor darah.
Dalam kesempatan itu, Harda juga menyoroti peran Pasar Godean sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah Sleman barat. Menurutnya, pasar tradisional tersebut memiliki daya tarik yang didukung lokasi strategis, kelengkapan komoditas, serta harga yang terjangkau.
Pasar Godean juga menjadi tujuan berbelanja masyarakat dari luar Sleman, termasuk Kulonprogo dan Magelang.
Keberadaan gedung pasar yang baru, bersih, dan representatif diharapkan semakin memperkuat posisi Pasar Godean sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.
Harda berpesan agar para pedagang terus mengembangkan strategi penjualan yang adaptif mengikuti perkembangan zaman, tanpa meninggalkan identitas lokal dan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi ciri khas pasar tradisional. (Brd)











