Portal DIY

Perkuat Demokrasi Inklusif, Pemuda Katolik DIY Jajaki Sinergi dengan KPU

Portal Indonesia
×

Perkuat Demokrasi Inklusif, Pemuda Katolik DIY Jajaki Sinergi dengan KPU

Sebarkan artikel ini

 

​YOGYAKARTA – Dalam upaya memperteguh semangat demokrasi partisipatif di kalangan generasi muda, Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) audiensi ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, Selasa (7/4/2026).

Pertemuan strategis ini diterima oleh Ketua KPU DIY, Ahmad Shidqi, S.Th.I., M.Hum, di Gedung KPU DIY. Kunjungan ini dimaksudkan membangun jembatan kolaborasi antara organisasi kepemudaan Katolik dengan penyelenggara pemilu demi mewujudkan proses demokrasi yang lebih berkualitas dan berintegritas.

​Penyegaran Kepengurusan

​Dalam audiensi tersebut, Sekretaris Pemuda Katolik Komda DIY, Petrus Eko Nugroho, memperkenalkan jajaran kepengurusan periode 2025–2028. Eko menegaskan sebagai organisasi kader yang memiliki struktur berjenjang hingga tingkat kabupaten/kota, Pemuda Katolik siap menggerakkan basis massanya untuk terlibat aktif.

​”Tujuan utama kami adalah memperkuat peran organisasi dalam proses kepemiluan. Kami berkomitmen mendorong kader-kader muda untuk terlibat dalam pemantauan pemilu partisipatif sebagai wujud kontrol sosial dan pendidikan politik,” ujar Eko.

​Dorong Pemantauan Partisipatif

​Pemuda Katolik DIY memandang keterlibatan pemuda bukan sekadar menyumbang suara di TPS, melainkan juga menjaga transparansi seluruh tahapan pemilu. Dengan keterlibatan aktif, diharapkan potensi pelanggaran dapat diminimalisir dan kesadaran politik warga Gereja serta masyarakat umum semakin meningkat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU DIY Ahmad Shidqi mengapresiasi tinggi. Ia menilai inisiatif Pemuda Katolik sangat krusial dalam memperluas jangkauan edukasi pemilih, terutama bagi segmen pemilih pemula dan generasi Z di Yogyakarta.

​Langkah Konkrit ke Depan

​Pertemuan ini menghasilkan beberapa poin penting terkait peluang kerja sama, di antaranya​Pendidikan Pemilih: Sosialisasi bersama mengenai pentingnya hak suara. ​Relawan Demokrasi: Pelibatan kader Pemuda Katolik dalam program-program taktis KPU. ​Pemantauan Partisipatif: Pengiriman kader secara resmi untuk memantau jalannya pesta demokrasi.

Baca Juga:
Antisipasi Cuaca Ekstrim, Selama Lebaran BPBD Sleman Buka Posko Siaga 24 Jam

“Keterlibatan aktif ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Kami ingin menciptakan ekosistem demokrasi yang inklusif di Yogyakarta,” tambah Eko.

Audiensi ini diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak terus menjalin komunikasi intensif. Langkah ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian program kerja nyata yang mampu berdampak positif bagi kualitas demokrasi di wilayah DIY (bams)