PALEMBANG — Arah pembangunan infrastruktur Kota Palembang memasuki babak baru. Ir. Yudha Fardyansah, ST, MT, IPM, ASEAN Eng resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang oleh Wali Kota Ratu Dewa pada April 2026.
Penetapan Yudha sebagai pimpinan definitif bukan tanpa alasan. Rekam jejak panjangnya di dunia teknik dan birokrasi menjadikannya figur kuat untuk memimpin sektor vital yang menjadi tulang punggung pembangunan kota. Sebelumnya, ia telah mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR sejak 20 Januari 2026 hingga April 2026.
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, Yudha dikenal sebagai teknokrat yang memahami persoalan infrastruktur dari hulu ke hilir. Kariernya dimulai sebagai PNS pada 2006 di Kabupaten Lahat, sebelum melanjutkan pengabdian di Palembang sejak 2011. Ia telah menempati sejumlah posisi strategis, mulai dari Kepala Bidang Bina Marga, Jasa Konstruksi, Perumahan, hingga Sarana Prasarana.
Di bawah kepemimpinannya, PUPR Palembang diproyeksikan bergerak lebih agresif dan presisi, terutama dalam percepatan pembangunan jalan, penataan kawasan perkotaan, serta penguatan infrastruktur berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.
Pembina Dewan Pimpinan Pusat Harimau Sumatra Bersatu (DPP HSB), Diky Haitami, menilai pelantikan ini sebagai titik krusial yang akan menentukan wajah Palembang ke depan.
“Kami mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya Ir. Yudha Fardyansah sebagai Kepala Dinas PUPR Kota Palembang. Ini adalah momentum strategis untuk melakukan lompatan besar dalam pembangunan infrastruktur kota,” tegas Diky Haitami, Selasa (07/04/2026).
Menurutnya, Palembang membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga berani mengambil langkah cepat dan terukur di tengah tuntutan pembangunan yang semakin kompleks.
“Kota besar seperti Palembang tidak bisa lagi berjalan dengan pola biasa. Dibutuhkan akselerasi, ketepatan, dan keberanian dalam mengeksekusi program. Kami melihat kapasitas itu ada pada sosok Yudha,” ujarnya.
Diky juga menyoroti pentingnya pembenahan menyeluruh, mulai dari kualitas jalan, sistem drainase, hingga penataan ruang kota yang selama ini menjadi sorotan publik.
“Harapan kami, di bawah kepemimpinan beliau, persoalan klasik seperti kerusakan jalan dan genangan bisa ditangani secara sistematis dan berkelanjutan. Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga soal keadilan bagi masyarakat,” tambahnya.
Ia menegaskan, HSB siap berada di garis depan dalam mengawal pembangunan yang transparan, tepat sasaran, dan berdampak luas.
“Kami siap bersinergi dan mengawal setiap kebijakan yang berpihak kepada rakyat. PUPR adalah sektor strategis, dan keberhasilannya akan sangat menentukan kemajuan Palembang di tingkat nasional,” tutup Diky Haitami.
Dengan kepemimpinan baru ini, publik menaruh harapan besar agar Palembang mampu tampil sebagai kota modern dengan infrastruktur yang kuat, tertata, dan berdaya saing tinggi di Indonesia. (Adi Simba)











