Portal DIY

PMI Sleman Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih, Warga Lereng Merapi Mulai Terdampak Kekeringan

Portal Indonesia
×

PMI Sleman Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih, Warga Lereng Merapi Mulai Terdampak Kekeringan

Sebarkan artikel ini

 

SLEMAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman mulai memperluas layanan bantuan air bersih menyusul meluasnya wilayah yang terdampak kekeringan pada musim kemarau 2026.

Terbaru, PMI Sleman menyalurkan dua truk tangki atau sekitar 10.000 liter air bersih untuk warga Padukuhan Kemirikebo, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Jumat (14/8/2026).

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (PB) PMI Sleman, Ir Arip Pramana MT, mengatakan bantuan tersebut merupakan penyaluran kedua ke Kemirikebo. Sebelumnya, pada 7 Agustus 2026, PMI Sleman juga telah mengirimkan 10.000 liter air bersih ke wilayah tersebut.

“Dengan penyaluran hari ini, total bantuan air bersih yang sudah kami berikan kepada warga Kemirikebo mencapai 20.000 liter atau empat truk tangki,” kata Arip saat memimpin distribusi bantuan.

Menurut Arip, PMI Sleman akan terus memberikan bantuan air bersih selama musim kemarau, terutama ke wilayah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

Ia menjelaskan, mekanisme pengajuan bantuan relatif mudah. Warga atau wilayah yang mengalami kekurangan air cukup mengajukan permohonan kepada PMI Sleman. Setelah itu, tim akan melakukan peninjauan untuk memastikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Kalau setelah ditinjau memang memungkinkan untuk dibantu, tentu akan kami bantu,” ujar mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman tersebut.

PMI Sleman, lanjut Arip, telah menyiapkan anggaran sekitar Rp148 juta untuk mendukung distribusi bantuan air bersih. Anggaran tersebut terdiri atas dana kedaruratan Rp48 juta dan dana kontingensi Rp100 juta.

Total anggaran tersebut diperkirakan mampu mendukung penyaluran sekitar 296 tangki air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Arip menegaskan, dana bantuan tersebut bersumber dari masyarakat melalui program Bulan Dana PMI Sleman. Dengan demikian, bantuan air bersih yang disalurkan PMI pada dasarnya merupakan bentuk kepedulian masyarakat yang kembali diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga:
Polresta Magelang Salurkan Air Bersih dan Tanam 1.000 Bibit Pohon

Sementara itu, Ketua Pamsimas Banyumili Padukuhan Kemirikebo, Poniman, mengatakan kekurangan air bersih saat ini dirasakan sekitar 175 keluarga atau 640 jiwa yang tersebar di empat RT.

Menurut dia, kondisi tersebut mulai dirasakan sejak Juli 2026. Sumber mata air di Sungai Krasak yang selama ini menjadi salah satu andalan warga mengalami penurunan debit secara drastis.

“Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga kemudian meminta bantuan kepada sejumlah lembaga pemerintah maupun swasta, termasuk PMI Sleman,” kata Poniman.

Air bantuan PMI kemudian ditampung di bak penampungan sebelum dialirkan ke rumah-rumah warga melalui jaringan pipa yang telah tersedia.

Untuk mengantisipasi kekurangan air pada musim kemarau berikutnya, warga berencana mencari alternatif sumber mata air lain di sekitar Padukuhan Kemirikebo.

Warga juga mendorong upaya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan lereng Merapi. Salah satunya dengan mengajak masyarakat memperbanyak penanaman pohon untuk menjaga keberadaan sumber-sumber air.

Selain itu, warga Kemirikebo telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman agar dibantu pembangunan sejumlah sumur bor di wilayah padukuhan tersebut.

Dengan adanya sumber air alternatif, warga berharap persoalan kekurangan air bersih tidak kembali menjadi persoalan serius setiap kali musim kemarau tiba. (Brd)