Berita

PMII Mamuju Desak Polisi Usut Tuntas Tragedi Berdarah di THM, Minta Tempat Hiburan Malam Ditutup

Redaksi
×

PMII Mamuju Desak Polisi Usut Tuntas Tragedi Berdarah di THM, Minta Tempat Hiburan Malam Ditutup

Sebarkan artikel ini

MAMUJU – Peristiwa berdarah yang terjadi di depan salah satu tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Mamuju pada Sabtu (4/7/2026) dini hari terus mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mamuju menyampaikan duka cita atas meninggalnya seorang warga sekaligus mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.

Insiden itu menewaskan T (53), warga Kelurahan Binanga. Korban sempat mendapat perawatan di RS Bhayangkara Mamuju sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka sayat di tangan kiri serta luka tusuk pada bagian perut kiri atas yang menyebabkan perdarahan hebat.

Selain korban meninggal, dua orang lainnya turut mengalami luka-luka. Salah satunya merupakan anggota TNI berinisial K (41) yang bertugas di Kodim 1418/Mamuju. Korban dilaporkan mengalami dua luka tusuk dan hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Ketua PMII Mamuju, Muhlis, mengatakan peristiwa tersebut harus diungkap secara menyeluruh agar penyebab dan pihak yang bertanggung jawab dapat diketahui secara jelas.

“Kami meminta Polresta Mamuju benar-benar mengusut tuntas kasus ini, mengungkap apa yang menjadi penyebab hingga terjadi peristiwa berdarah yang bahkan melibatkan aparat negara,” ujar Muhlis, Sabtu (4/7/2026).

PMII Mamuju juga menyoroti adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam insiden tersebut. Menurut Muhlis, aparat negara memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, PMII menilai tragedi itu perlu menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Mamuju. Organisasi mahasiswa tersebut berpandangan bahwa aktivitas tempat hiburan malam serta peredaran minuman keras berpotensi memicu terjadinya tindakan kekerasan apabila tidak diawasi secara ketat.

“Kami menginginkan Mamuju yang damai dan jauh dari kekerasan. Salah satu faktor yang membuat seseorang kehilangan kontrol adalah ketika berada di bawah pengaruh alkohol. Karena itu, kami mendesak Bupati Mamuju menutup seluruh tempat hiburan malam dan menghentikan penjualan minuman keras di Mamuju,” tegas Muhlis.

PMII berharap peristiwa ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas tempat hiburan malam serta mengambil langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Baca Juga:
Diduga Ada Keterlibatan Orang Dalam, Polisi Selidiki Pembobolan Barbershop di Gending