LUBUKLINGGAU – Proyek pembangunan Taman Lingkungan Perumahan Pesona Kali Kesik di RT 03, Kelurahan Niken Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Sumatera Selatan, kini menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, bangunan yang baru selesai dikerjakan itu dilaporkan telah mengalami keretakan bahkan sebagian ambles, meski belum genap empat bulan sejak rampung dibangun.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai kualitas pekerjaan proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pembangunan taman tersebut berada di bawah tanggung jawab Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Lubuklinggau. Nilai kontrak proyek tercatat mencapai Rp324.635.000.
Proyek ini bersumber dari BKKB Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2025, dengan masa pelaksanaan yang tercantum selama 45 hari kalender. Adapun pelaksana pekerjaan tercatat dilakukan oleh CV. Kilana.

Namun kondisi di lapangan justru memicu kekecewaan warga sekitar. Sejumlah masyarakat mengaku khawatir melihat kondisi bangunan yang mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan dalam waktu relatif singkat.
“Sangat disayangkan. Bangunan ini menggunakan uang negara ratusan juta rupiah, tetapi kualitasnya terlihat seperti dikerjakan asal jadi,” ujar salah seorang warga kepada awak media, Rabu (11/03/2026).
Menurutnya, beberapa bagian pondasi dan struktur bangunan kini sudah mengalami retakan. Bahkan pada titik tertentu terlihat adanya penurunan tanah yang menyebabkan bagian bangunan tampak ambles.
“Baru sebentar selesai, tapi sudah retak. Ada juga bagian yang mulai turun. Kalau dibiarkan, kerusakan bisa semakin parah,” ujarnya.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa proses pengerjaan proyek kemungkinan tidak dilakukan secara maksimal. Warga juga mempertanyakan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
“Kalau memang masa pelaksanaannya hanya 45 hari, seharusnya kualitas tetap diperhatikan. Jangan sampai karena mengejar target penyelesaian, mutu bangunan justru dikorbankan,” kata warga lainnya.
Selain kualitas pekerjaan, masyarakat juga menyoroti aspek pengawasan dari pihak terkait. Mengingat proyek tersebut didanai oleh anggaran pemerintah, warga berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap proses pelaksanaannya.
“Ini uang negara. Harusnya hasilnya juga berkualitas dan bisa bertahan lama,” ujar warga.
Warga meminta pihak kontraktor maupun instansi teknis terkait segera turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kondisi bangunan. Apalagi proyek tersebut seharusnya masih berada dalam masa pemeliharaan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kontraktor CV. Kilana maupun dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Lubuklinggau terkait kerusakan yang terjadi.
Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam dan segera melakukan peninjauan lapangan guna memastikan kualitas pembangunan serta mencegah potensi kerugian keuangan negara.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan yang terjadi dikhawatirkan akan semakin meluas dan berpotensi membuat proyek yang seharusnya menjadi ruang publik bagi warga justru berubah menjadi simbol buruknya kualitas pembangunan.
(Tim)











