Berita

Ramadan, Polda Metro Jaya Kedepankan Pengamanan Humanis dan Religius Saat Aksi Mahasiswa

Redaksi
×

Ramadan, Polda Metro Jaya Kedepankan Pengamanan Humanis dan Religius Saat Aksi Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
Tim sholawat Polda Metro Jaya disiagakan sebagai garda terdepan dalam pengamanan aksi penyampaian aspirasi.

JAKARTA  – Nuansa berbeda tampak dalam pengamanan aksi mahasiswa di depan Mabes Polri, Jumat (27/2). Memasuki bulan suci Ramadan, Polda Metro Jaya mengedepankan pendekatan yang lebih humanis dan religius dalam mengawal penyampaian aspirasi di ruang publik.

Alih-alih menampilkan barikade kaku dan formasi yang terkesan intimidatif, personel kepolisian hadir dengan atribut bernuansa religi. Polisi laki-laki mengenakan peci dan syal, sementara polwan menggunakan jilbab sebagai bentuk penghormatan terhadap suasana Ramadan.

Pendekatan ini diperkuat dengan pelibatan Tim Sholawat Polda Metro Jaya yang ditempatkan sebagai negosiator di barisan terdepan. Lantunan sholawat dan komunikasi persuasif menjadi pengganti instruksi bernada keras, sehingga tercipta suasana dialogis antara aparat dan peserta aksi.

Langkah tersebut merupakan implementasi arahan Kapolda Metro Jaya agar setiap kegiatan pengamanan tetap menempatkan perlindungan, sisi kemanusiaan, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia sebagai prioritas utama.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa meski pengamanan dilakukan secara ketat dari sisi prosedur keselamatan, pendekatan yang digunakan tetap bersifat persuasif dan menenangkan.

Seluruh personel yang diterjunkan, kata dia, dipastikan tidak membawa senjata api maupun peluru tajam. Kebijakan itu diambil guna menjamin rasa aman bagi mahasiswa yang tengah menjalankan hak konstitusionalnya untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

“Penyampaian aspirasi adalah hak konstitusi yang dijamin undang-undang. Karena ini bulan suci Ramadan, Bapak Kapolda menginginkan suasana yang lebih sejuk. Kami hadir dengan atribut religi dan tim sholawat agar komunikasi dengan rekan-rekan mahasiswa berjalan harmonis dan tetap saling menghormati,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto di lokasi.

Selain pengamanan fisik, aparat juga secara aktif memberikan imbauan agar aksi berlangsung tertib. Peserta unjuk rasa diminta menjaga fasilitas umum dan menghormati pengguna jalan lain, terlebih di waktu menjelang berbuka puasa.

Baca Juga:
Komisi III DPR RI Apresiasi Kecepatan Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Pembunuhan Aktivis Buruh Ermanto Usman

Pendekatan kolaboratif tersebut terbukti efektif. Aksi berjalan tanpa gesekan berarti, dan massa membubarkan diri secara tertib.

Model pengamanan berbasis pendekatan religius ini pun mendapat respons positif karena dinilai mampu meredam potensi ketegangan di lapangan.

Kombes Budi menegaskan, pola progresif dan humanis seperti ini akan terus dipertahankan sebagai standar pengamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, khususnya dalam momentum-momentum spiritual seperti Ramadan.