Portal DIY

Resmi Dibuka, Bedog Artsfest ke-16 Hadirkan Semangat “Ngerawat Rasa”

Portal Indonesia
×

Resmi Dibuka, Bedog Artsfest ke-16 Hadirkan Semangat “Ngerawat Rasa”

Sebarkan artikel ini
Bupati Sleman Harda Kiswaya (baju putih nomor 2 dari kiri) bersama Paniti menebar bibit ikan di sungai Bedog. (Portal Indonesia/Brd)

SLEMAN – Bedog Artsfest ke-16 kembali digelar di Studio Banjarmili, Kradenan, Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman Sabtu malam (3/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Ngerawat Rasa” dan menjadi bagian dari rangkaian Sleman Creative Weeks 2026.

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang ditandai dengan pelepasan ikan secara simbolis ke aliran sungai Bedog sebagai pesan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem sungai.

Harda menyampaikan bahwa seni dan budaya memiliki peran penting dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Menurutnya, tema “Ngerawat Rasa” tidak hanya dimaknai sebagai upaya merawat rasa melalui karya seni, tetapi juga merawat hubungan antar manusia serta hubungan manusia dengan alam.

“Melalui Bedog Artsfest ini, mari kita terus merawat rasa, merawat kebersamaan, dan merawat lingkungan. Sungai bukan hanya bagian dari ruang hidup kita, tetapi juga memiliki nilai ekologis dan budaya yang perlu dijaga bersama,” ujar Harda.

Lebih lanjut, Harda mengapresiasi penyelenggaraan Bedog Artsfest yang secara konsisten menghadirkan seni, budaya, dan isu lingkungan dalam satu ruang kegiatan. Menurutnya, kreativitas masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam membangun Sleman yang dinamis sekaligus tetap menjaga nilai-nilai lokal.

Harda berharap Bedog Artsfest dapat menjadi ruang bertemunya seniman, masyarakat, komunitas, dan berbagai pihak untuk berkolaborasi serta menghadirkan karya yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem kreatif yang tumbuh dan berkembang dari masyarakat.

Bedog Artsfest ke-16 berlangsung mulai 2 hingga 10 Oktober 2026 dengan menghadirkan beragam aktivitas, yang antara lain pemutaran film, pameran arsip, workshop, serta bazar UMKM. Beragam kegiatan tersebut menjadikan festival tidak hanya sebagai ruang apresiasi seni dan budaya, tetapi juga sebagai ruang interaksi bagi masyarakat. (Brd)

Baca Juga:
KeluyuRUN Ajak Generasi Muda Hidupkan Semangat Kartini