PURWOREJO– Suasana religius penuh kebersamaan terasa kuat di Desa Banyuasin Kembaran, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Senin (06/04/2026). Ribuan jamaah tumpah ruah menghadiri Pengajian Akbar dan Halal Bihalal yang digelar oleh Keluarga Besar Paguyuban Pedagang Pasar Banyuasin.
Sejak pagi hari, arus kedatangan jamaah tak henti mengalir menuju lokasi kegiatan yang berada di kawasan stanplat Pasar Banyuasin, tepat di depan SMP Negeri 29 Purworejo. Lapangan yang dikelilingi deretan pertokoan itu berubah menjadi lautan manusia yang datang dengan satu tujuan: menimba ilmu dan mempererat silaturahmi.
Kehadiran Gus Ulin Nuha, penceramah muda yang tengah digandrungi masyarakat, menjadi magnet utama dalam kegiatan tersebut. Gaya dakwahnya yang ringan namun penuh makna sukses membuat jamaah larut dalam suasana khidmat sekaligus hangat.
Wakil panitia, Hadi Mustofa, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan tradisi yang telah mengakar di kalangan pedagang Pasar Banyuasin.
“Alhamdulillah ini sudah menjadi agenda rutin kami. Satu tahun pengajian akbar, tahun berikutnya ziarah wali. Tahun lalu kami ke Banten, dan tahun ini kembali menggelar pengajian,” ungkapnya.
Menurutnya, pemilihan penceramah selalu melalui musyawarah agar kegiatan tetap relevan dan diminati masyarakat.
“Kami ingin jamaah tidak hanya hadir, tapi juga menikmati dan mendapatkan ilmu. Karena itu kami undang mubalig yang memang sedang dekat dengan masyarakat,” tambahnya.
Tak hanya dihadiri para pedagang dan warga sekitar, acara ini juga dihadiri unsur pemerintah daerah, mulai dari perwakilan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Purworejo, Forkopimcam Loano, hingga para kepala desa di wilayah sekitar.
Meski digelar di area terbuka yang dikelilingi bangunan pasar, suasana tetap tertib dan nyaman. Jamaah dengan penuh kekhusyukan mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Bagi para pedagang, momen ini bukan hanya soal pengajian, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan dan menumbuhkan semangat baru dalam menjalankan usaha.
“Sangat senang sekali. Dari pagi sudah ramai, suasananya beda. Semoga membawa berkah dan ke depan bisa lebih besar lagi,” ujar Burhanudin, salah satu pedagang.
Lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, pengajian akbar ini menjadi simbol kuatnya kebersamaan antar pedagang dan masyarakat.
Harapannya, tradisi ini terus terjaga dan mampu menjadi sumber keberkahan bagi seluruh warga Banyuasin dan sekitarnya. (Fzi)











