Portal DIY

Sejumlah Wilayah di Sleman Mulai Kekurangan Air Bersih

Portal Indonesia
×

Sejumlah Wilayah di Sleman Mulai Kekurangan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Kepala Pelaksana BPBD Sleman

SLEMAN – Pada musim kemarau ini Pemerintah Kabupaten Sleman telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2026. Penanganan darurat telah dilakukan melalui distribusi air bersih (dropping) oleh BPBD Sleman ke wilayah yang mengalami kekurangan air bersih.

Menurut Kapala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Bambang, saat ini sudah ada beberapa wilayah yang terdampak kekurangan air bersih. Diantaranya di wilayah Kalurahan Girikerto Kapanewon Turi dan di wilayah Kalurahan Sumberarum Kapanewon Moyudan.

Bahkan masih ada beberapa wilayah lain yang juga rawan kekurangan air bersih. Diantaranya, wilayah Kapanewon Turi, Moyudan, Tempel, dan Kapanewon Minggir.

Langkah penanganan dan solusi berupa pemberian bantuan air bersih menggunakan mobil tangki ke lokasi krisis air, perbaikan Infrastruktur seperti perbaikan sumur warga yang kering dan optimalisasi sarana air bersih.

Berdasar catatan BPBD Sleman, sampai saat ini bantuan air bersih yang disalurkan BPBD Sleman ke lokasi terdampak kekeringan telah mencapai 88.000 liter.

“Per tanggal 10 Agustus, kami telah mendistribusikan air 8 ritase di Girikerto dengan total 38.000 liter. Ini untuk membantu 175 kepala keluarga yang terdampak,” kata Bambang, Selasa (11/8/2026).

Di kalurahan Girikerto, distribusi air bersih juga pernah dilakukan BPBD Sleman pada April 2026 karena warga mengalami krisis air bersih akibat tebing longsor. Jumlah yang disalurkan sebanyak 4 ritase dengan total 20.000 liter untuk membantu 240 kepala keluarga.

Kemudian di bulan Agustus ini kembali disalurkan sebanyak 5.000 liter (1 ritase) untuk membantu 120 KK. Total keseluruhan dropping yang disalurkan BPBD Sleman kepada masyarakat, di musim kemarau ini, sudah 88.000 liter air.

Karena berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa musim kemarau tahun ini lebih kering dan panjang, maka Bambang Kuntoro mengimbau masyarakat agar mulai bijak dan berhemat dalam memanfaatkan air bersih.

Baca Juga:
Gubernur DIY Resmikan Laboratorium Alam SMA Kolese De Brito di Kalurahan Trimulyo

“Mudah-mudahan kita semua warga Sleman, dengan kondisi musim yang saat ini informasinya dari BMKG itu kemarunya panjang mulai kita efisien memanfaatkan air. Agar kita tidak kekurangan air,” ujar Bambang. (Brd).