KOTA MALANG – Menyikapi munculnya retakan tembok pada pot bunga di area timur Pasar Besar Malang (PBM), Wali Kota Malang bersama dinas terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi, Selasa (21/04/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota juga menyaksikan langsung proses perbaikan bagian tembok yang mengalami kerusakan.
Di hadapan awak media, Wali Kota Malang Ir. H. Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa penanganan baru dapat dilakukan hari ini karena pemerintah harus lebih dulu melakukan kajian teknis dan koordinasi lintas instansi.
“Kami harus melakukan assessment, mengkaji dan berkoordinasi dengan dinas terkait dalam hal ini DPUPR,” ujarnya.
Ia memastikan pekerjaan perbaikan tidak akan mengganggu aktivitas perdagangan di Pasar Besar Malang. Menurutnya, proses pengerjaan dijadwalkan berlangsung pada malam hari agar kegiatan jual beli tetap berjalan normal.
“Perbaikan akan dilakukan pada malam hari, hal ini untuk memberikan keamanan dan kenyamanan aktivitas di pasar ini,” katanya.
Saat disinggung mengenai kebutuhan anggaran renovasi yang dinilai besar karena kondisi bangunan memerlukan pembongkaran total, Wahyu Hidayat mengakui opsi tersebut memang menjadi keinginan pemerintah daerah.
“Ya memang untuk anggaran renovasi membutuhkan anggaran tidak sedikit dan kalau dilihat kondisinya seharusnya PBM ini dibongkar total. Namun hingga saat ini belum ada titik temu serta pihak yang menolak pembongkaran pun tetap dalam pendiriannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemkot Malang telah berupaya melakukan pendekatan kepada para pedagang terkait rencana revitalisasi pasar tersebut.
“Saat ini untuk rencana pembongkaran PBM telah kami serahkan kepada KPPU biar netral. Nantinya akan ada tim yang turun untuk melihat kondisi bangunan serta juga akan memberikan fakta sebenarnya kepada pedagang tentang kondisi konstruksi bangunan. Pemkot Malang tidak akan intervensi dan mereka adalah tim independen,” pungkasnya.











