YOGYAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah D.I. Yogyakarta untuk periode 05 hingga 07 Januari 2026. Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, S.Si., M.Kom., menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh sejumlah dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan secara signifikan di sekitar Pulau Jawa. “Hasil analisis kami menunjukkan suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia Selatan Jawa relatif hangat, berkisar 29°C hingga 31°C. Kondisi ini meningkatkan suplai uap air ke atmosfer,” kata Warjono dalam keterangannya, Minggu (4/1/2026).
Selain suhu laut, BMKG juga mengidentifikasi adanya bibit siklon 91S di Barat Daya Pulau Sumatra yang memicu pola belokan angin (shearline) di sekitar Pulau Jawa. Ditambah lagi, kelembapan udara di wilayah DIY pada ketinggian 1,0 – 3,0 km terpantau sangat tinggi, yakni mencapai 70 – 90 persen.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, berikut prakiraan wilayah terdampak di DIY. Pada 5 Januari 2026 potensi hujan ringan-sedang di Sleman, Kulon Progo, Bantul bagian selatan, dan Gunungkidul bagian selatan. Untuk 6 Januari 2026 potensi hujan ringan-sedang di Kulon Progo, Gunungkidul, dan Sleman bagian utara. Sedangkan 7 Januari 2026 potensi hujan sedang-lebat di Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, Bantul bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.
Sementara itu, untuk tinggi gelombang laut di pesisir selatan DIY selama tiga hari ke depan diprakirakan berada pada kategori sedang, yakni berkisar antara 1.25 hingga 2.5 meter.
Warjono mengimbau masyarakat selalu memperbarui informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG atau kanal resmi media sosial @infobmkgyia. Masyarakat juga diminta berkoordinasi dengan pihak terkait seperti BPBD jika terjadi kondisi darurat.
”Tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang guna meminimalisir risiko kebencanaan,” pungkasnya. (bams)











