Portal DIY

Simak Prakiraan Cuaca Yogyakarta untuk Tiga Hari ke Depan

Portal Indonesia
×

Simak Prakiraan Cuaca Yogyakarta untuk Tiga Hari ke Depan

Sebarkan artikel ini

 

YOGYAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan hujan sedang hingga lebat akan melanda sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 18–20 November 2025.

Prakiraan ini dikeluarkan setelah analisis dinamika atmosfer menunjukkan peningkatan potensi pembentukan awan hujan di kawasan selatan Jawa.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono menjelaskan prospek hujan tiga harian ini dipicu suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa yang berada pada kisaran 28–30°C dengan anomali hingga 1°C. “Kondisi perairan yang hangat meningkatkan suplai uap air ke atmosfer dan mendukung pembentukan awan hujan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan bibit siklon 97S di Samudra Hindia barat laut Australia, pola siklonik di Kalimantan Barat, serta siklon lain di Samudra Hindia barat daya Sumatera membentuk shearline dan area konvergensi yang memperkuat potensi hujan di Jawa Tengah dan DIY. Profil kelembaban udara pada ketinggian 1–2,5 km yang mencapai 75–90% juga meningkatkan peluang terjadinya hujan, terutama pada siang hingga sore hari.

Pada 18 November 2025, hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang diprakirakan terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul bagian utara–tengah, Kulon Progo, dan Bantul bagian utara. Tinggi gelombang laut berada pada kisaran 1,25–2,5 meter. Pada 19 November 2025, potensi hujan sedang–lebat masih terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul bagian utara, serta Bantul bagian utara.

Sementara itu, pada 20 November 2025, hujan dengan intensitas serupa diprediksi mengguyur Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara, dengan tinggi gelombang tetap berada pada kategori sedang 1,25–2,5 meter.

Warjono mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, hingga sambaran petir, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi. (bams)

Baca Juga:
PORDA DIY XVII 2025 : Bantul dan Kota Yogya Menang di Korfball