PURWOKERTO — Pemerintah Kabupaten Banyumas menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan peran kaum perempuan melalui penguatan sinergi bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) serta berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) wanita.
Langkah strategis ini dihelat guna mewujudkan visi Banyumas yang produktif, adil, dan sejahtera.
Forum koordinasi dan penguatan kapasitas yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyumas ini berlangsung di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk mengukuhkan posisi perempuan sebagai motor penggerak perubahan sosial.
Apresiasi Hangat Bupati Banyumas
Acara yang dihadiri oleh ratusan perwakilan organisasi perempuan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bakesbangpol Banyumas serta seluruh tamu undangan, termasuk Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Tengah dan perwakilan Kesbangpol dari kabupaten tetangga.
Suasana pendopo tampak hangat dan cair ketika Bupati melontarkan sapaan khasnya di hadapan para peserta.
“Hari ini saya bangga bisa bertemu dengan ibu-ibu sekalian yang hadir dengan penuh semangat dan berpenampilan anggun. Tapi, tentu saja yang paling cantik tetap istri saya,” ujar Bupati Sadewo, disambut gelak tawa dan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.
Perkuat Ketahanan Keluarga dan Kepemimpinan Perempuan
Berdasarkan kerangka acuan kerja kegiatan, ormas wanita dan TP PKK memegang peranan krusial yang mencakup dimensi sosial, pendidikan, hingga penguatan ekonomi keluarga.
Melalui forum ini, Pemkab Banyumas mendorong agar kolaborasi lintas sektor yang terjalin semakin inklusif, terarah, dan berkelanjutan.
Fokus utama penguatan ini meliputi:
*Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan: Mendorong perempuan agar lebih aktif mengambil peran strategis dalam proses pengambilan keputusan dan perubahan sosial.
*Ketahanan Keluarga: Menjadikan keluarga sebagai benteng utama ketahanan moral dan kesejahteraan masyarakat.
*Perlindungan Hak Perempuan: Meningkatkan kesadaran bersama mengenai pencegahan kekerasan serta pemenuhan hak-hak perempuan di ruang publik maupun domestik.
Menghadirkan Narasumber Kompeten
Kegiatan yang menargetkan 300 peserta dari unsur pemerintah, TP PKK, dan ormas wanita ini turut menghadirkan narasumber ahli di bidangnya.
Materi utama mengenai kepemimpinan perempuan dan gerakan ormas sebagai agen perubahan disampaikan oleh akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Dr. Tri Wuryaningsih, M.Si.
Selain itu, Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Tengah turut hadir memberikan pemaparan mendalam terkait arah kebijakan serta pembinaan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung sinergi pembangunan daerah.
Menuju Kolaborasi Berkelanjutan
Melalui forum diskusi interaktif ini, Bakesbangpol Kabupaten Banyumas menargetkan terbangunnya jejaring kerja yang solid antarlembaga.
Pemerintah berharap program-program pemberdayaan ke depan tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan berlanjut menjadi aksi nyata yang selaras dengan prioritas pembangunan Kabupaten Banyumas.
Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, akademisi, TP PKK, dan ormas wanita, Banyumas optimis mampu melangkah mantap menuju masyarakat yang semakin berdaya, adil, dan sejahtera. (trs)











