Portal DIY

Sleman Temple Run #11 Targetkan 1.000 Pelari

Portal Indonesia
×

Sleman Temple Run #11 Targetkan 1.000 Pelari

Sebarkan artikel ini
Konferensi pers Sleman Temple Run #11 di Kantor Dinas Pariwisata Sleman

SLEMAN – Untuk mendongkrak promosi pariwisata, Pemkab Sleman kembali menggelar kegiatan perpaduan olahraga dan kekayaan budaya bertajuk Sleman Temple Run (STR) #11.

Dalam kegiatan ini, para pelari diajak menjelajah dari candi ke candi sekaligus menikmati panorama alam dan aneka kesenian masyarakat lokal. Bahkan para pelatih juga akan dijamu aneka makanan tradisional.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Edy Winarya, S.Sn., M.Si., Sleman Temple Run menjadi salah satu strategi promosi destinasi wisata melalui penyelenggaraan event.
Sebab event pariwisata tidak hanya mendorong aktivitas ekonomi, tetapi juga memberikan pengalaman dan kenangan yang khas kepada wisatawan.

“Running Around Temples merupakan konsep lari lintas alam dari candi ke candi. Event ini hanya dimiliki Kabupaten Sleman dan menjadi satu-satunya event sport tourism lari di dunia dengan rute melewati candi-candi,” kata Edy dalam Press Conference Sleman Temple Run #11 di aula kantor Dinas Pariwisata Sleman, Jumat (7/8/2026).

Sleman Temple Run (STR) #11 akan digelar pada Minggu, 23 Agustus 2026, dengan start dan finish di Kompleks Candi Banyunibo, Bokoharjo, Prambanan dengan target peserta sebanyak 1.000 orang berasal dari berbagai daerah, dalam dan luar negeri.

Event yang telah digelar sejak 2015 tersebut memasuki penyelenggaraan ke-11. Pelaksanaannya menggandeng komunitas lari Trail Runners Yogyakarta. Para peserta dapat memilih tiga kategori jarak, yakni 7 kilometer, 15 kilometer, dan 30 kilometer, masing-masing untuk kategori putra dan putri.

Dalam pelaksanaanya, pelari akan melewati lima candi, yakni Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Ratu Boko, Candi Miri, dan Candi Ijo.

Selain itu, rute yang dilalui juga akan melewati sejumlah destinasi wisata, seperti Tebing Breksi, Spot Riyadi, dan Arca Gupala.

Baca Juga:
GL Zoo Targetkan Masuk Perhimpunan Kebun Binatang Dunia di 2026

Edy menambahkan, kekayaan cagar budaya menjadi salah satu kekuatan utama pariwisata Sleman. Wilayah ini memiliki warisan candi peninggalan Kerajaan Hindu-Budha sejak abad IX Masehi yang memperkuat identitas Sleman sebagai “Kabupaten Seribu Candi”.

“Promosi wisata dalam bentuk event memberikan dampak yang signifikan terhadap destinasi wisata, baik dalam bentuk tumbuhnya aktivitas ekonomi maupun memberikan pengalaman dan kenangan yang spesifik bagi wisatawan,” jelasnya.

Sleman Temple Run #11 juga tidak sekadar menghadirkan kompetisi olahraga. Masyarakat di dusun-dusun yang dilalui rute dilibatkan untuk menyambut para pelari sekaligus menampilkan potensi seni dan budaya setempat.

Sejumlah kesenian akan tampil di beberapa titik rute. Dari Sambirejo akan ditampilkan Jathilan Kudho Song Pace. Wukirharjo menampilkan Tari Sembagi Aruntala, sedangkan Madurejo menghadirkan Tarian dan Karawitan Sanggar Jagadhita.

Berikutnya, Bokoharjo menyuguhkan Tari Edan-Edanan, Gayamharjo menampilkan Tari Jaran Gaul dan Menak Koncar dari Sanggar Mintorogo, sementara Sumberharjo menghadirkan Tari Sasmito Manunggal.

Keterlibatan warga tersebut menjadikan STR sebagai ruang pertemuan antara olahraga, pariwisata, seni, budaya, dan ekonomi masyarakat.

Peserta akan mendapatkan sejumlah fasilitas, antara lain race pack, jersey resmi, BIB number, finisher medal, water station, dokumentasi foto, tim medis, fisioterapis, marshal, after race meal, serta hiburan.

Untuk hadiah, kategori 30K menyediakan Rp7 juta bagi juara pertama, Rp6 juta juara kedua, dan Rp5 juta juara ketiga. Kategori 15K masing-masing Rp4 juta, Rp3 juta, dan Rp2 juta. Sedangkan kategori 7K menyediakan Rp3 juta, Rp2 juta, dan Rp1 juta.

Sementara itu Sekda Sleman Abu Bakar menuturkan bahwa Sleman Temple Run #11 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Selain itu juga untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga lari, sekaligus sebagai sarana promosi wisata di Sleman, dengan harapan berbagai obyek wisata di Sleman menjadi dikenal masyarakat luas. (Brd)

Baca Juga:
Bupati Sleman Targetkan PAD 2026 Naik Rp200 Miliar