Portal DIY

Tiga Penyair Perempuan Luncurkan Tiga Buku Puisi di Sastra Bulan Purnama

Portal Indonesia
×

Tiga Penyair Perempuan Luncurkan Tiga Buku Puisi di Sastra Bulan Purnama

Sebarkan artikel ini

 

YOGYAKARTA – Tiga penyair perempuan dari tiga kota akan meluncurkan tiga buku puisi dalam acara Sastra Bulan Purnama. Kegiatan tersebut akan digelar pada Sabtu (11/7/2026) pukul 15.30-18.00 WIB di Aula STPMD “APMD” Yogyakarta.

Ketiga penyair tersebut adalah Nia Samsihono dari Jakarta dengan buku puisi berjudul Laras, Rini Intama dari Tangerang dengan buku Molase, dan Yuliani Kumudaswari dari Yogyakarta dengan buku Losarium.

Dalam acara tersebut, masing-masing penyair akan membacakan sedikitnya lima puisi. Total ada sekitar 15 puisi yang akan dibacakan. Selain itu, dua puisi karya Nia Samsihono dan Rini Intama akan digubah menjadi lagu oleh Joshua Igho.

Koordinator Sastra Bulan Purnama, Ons Untoro, mengatakan jumlah penyair perempuan di era digital saat ini semakin banyak dibandingkan era 1960-an hingga 1980-an.

“Pada tahun 1960-an sampai 1980-an, bahkan sampai 1990-an, media cetak masih menyediakan ruang sastra sehingga para penulis bisa mempublikasikan karyanya. Jumlah perempuan penyair saat itu bisa dihitung dengan jari,” kata Ons.

Menurut dia, meski banyak media cetak sudah tutup dan ruang sastra semakin terbatas, para penyair perempuan maupun penyair muda tetap aktif berkarya.

“Sepertinya puisi memiliki daya tarik tersendiri bagi perempuan, sehingga meski usianya tidak lagi muda, perempuan masih giat menulis puisi,” ujarnya.

Nia Samsihono mulai menulis puisi sejak menjadi mahasiswa dan karyanya pernah dimuat di Harian Suara Merdeka. Hingga kini, ia masih aktif menulis puisi.

Sementara itu, Rini Intama mulai aktif menulis pada dekade 1990-an dan telah menerbitkan sejumlah antologi puisi. Tiga karyanya pernah masuk lima nominasi terbaik versi Yayasan Hari Puisi pada tahun yang berbeda.

Adapun Yuliani Kumudaswari mulai aktif menulis puisi sejak pertengahan tahun 2000-an. Sejumlah buku puisinya telah diterbitkan.

Baca Juga:
BMKG : Hujan Ringan hingga Sedang Guyur DIY 20-22 Februari 2026

Wakil Ketua STPMD “APMD”, Tri Agus Susanto Siswowiharjo atau yang akrab disapa Tass, mengatakan kegiatan sastra perlu terus mendapat ruang agar semakin dekat dengan masyarakat.

“Meski STPMD tidak memiliki fakultas sastra, kami memiliki jurusan komunikasi. Karya sastra merupakan proses komunikasi yang estetis, sehingga STPMD memberi ruang bagi pertunjukan sastra,” kata Tass.

Ia juga mengapresiasi Sastra Bulan Purnama yang telah memasuki usia 15 tahun dan terus konsisten menggerakkan kegiatan sastra di Yogyakarta (bams)