Portal Jatim

Warga Plososari Soroti Rekrutmen PT Japfa Grati, Minta Proses Seleksi Lebih Transparan

Redaksi
×

Warga Plososari Soroti Rekrutmen PT Japfa Grati, Minta Proses Seleksi Lebih Transparan

Sebarkan artikel ini

PASURUAN — Proses rekrutmen karyawan di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Grati 2, Kabupaten Pasuruan, dipersoalkan sejumlah warga. Mereka mempertanyakan transparansi hasil seleksi, khususnya untuk posisi Admin Logistik yang proses perekrutannya berlangsung pada April-Mei 2026.

Sekitar 15 hingga 20 warga asal Dusun Rembang, Kecamatan Grati, mendatangi perusahaan tersebut pada Rabu (2/9/2026) siang. Mereka meminta penjelasan langsung kepada pihak Human Resource Development (HRD) mengenai mekanisme dan hasil seleksi.

Salah satu pelamar, Samsul Arifin (23), mengatakan kedatangannya bersama warga lainnya didorong oleh sejumlah hal yang dinilai belum mendapatkan penjelasan secara rinci.

Menurut Samsul, terdapat perbedaan informasi antara pihak HRD dengan pihak yang melaksanakan proses tes. Kondisi itu, menurut dia, menimbulkan pertanyaan di kalangan peserta seleksi.

“Saya ingin menanyakan hasil nilai, bahwa apa disampaikan pihak perusahaan belum terlalu rinci atau dijelaskan secara luas baik seputar pertanyaan atau hasil nilai itu. Saya curiga dan seolah-olah ada yang ditutup-tutupi di sini,” ujarnya.

Persyaratan Pendidikan Ikut Dipertanyakan

Selain hasil tes, Samsul juga mempertanyakan proses seleksi administrasi. Ia menyoroti salah satu peserta berinisial YS yang disebut masih berstatus mahasiswa aktif dan belum menyandang gelar S1.

Padahal, Samsul menyebut persyaratan untuk posisi tersebut mengharuskan pelamar memiliki pendidikan S1.

“Kedua terkait berkas seleksi administrasi, ada salah satu peserta dari enam yang ikut tes menurut saya tidak sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan PT Japfa. Karena jelas persyaratnya harus S1, tapi ini masih mahasiswa aktif kok bisa sampai lolos hingga tes, bahkan mendapatkan rekomendasi. Berarti ada yang salah dengan proses seleksi awal di administrasinya,” ungkap Samsul.

Pertanyaan semakin berkembang setelah muncul informasi bahwa YS sempat memperoleh rekomendasi untuk ditempatkan di PT Japfa Comfeed Indonesia Farm 7 Gunung Kawi, Kabupaten Malang.

Baca Juga:
Balap Liar Resahkan Warga, Empat Remaja Diamankan Polres Pasuruan Kota

Samsul menilai rekomendasi tersebut menunjukkan adanya peluang bagi peserta tersebut untuk diterima bekerja, meski akhirnya disebut tidak mengambil penempatan karena alasan jarak.

“Meskipun yang dikatakan hanya satu orang yang diterima, tapi direkomendasikan ada dua orang. Hanya saja ketika infonya yang satu ditempatkan di daerah Gunung Kawi (Kabupaten Malang) tapi tidak mau karena alasan jarak. Itu artinya kan sama, dia diterima oleh perusahaan,” jelasnya.

Atas persoalan tersebut, Samsul meminta manajemen PT Japfa melakukan evaluasi terhadap proses rekrutmen agar mekanisme penerimaan karyawan ke depan berjalan lebih profesional dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Kita berharap atasan PT Japfa bisa melakukan evaluasi terhadap kinerja dan permasalahan tersebut, supaya tidak ada lagi kejadian seperti ini ke depannya,” pintanya.

Japfa: Kebutuhan Hanya Satu Karyawan

Sementara itu, HRD PT Japfa Comfeed Indonesia wilayah Grati Unit 1 hingga Unit 3, Taufik, memberikan penjelasan mengenai proses seleksi tersebut.

Taufik mengatakan sejak awal perusahaan hanya membuka kebutuhan untuk satu posisi, yakni Admin 2 atau Admin Logistik. Sedangkan proses tes, menurut dia, bukan menjadi kewenangan langsung HRD PT Japfa Grati.

“Pertama memang ada miskomunikasi, karena dari awal di Grati ini hanya butuh satu orang yaitu Admin 2 (Admin Logistik) dan yang melakukan tes itu kewenangannya di regent atau kantor wilayah,” ungkap Taufik.

Menurut Taufik, enam peserta telah mengikuti sejumlah tahapan seleksi yang prosesnya dilakukan pihak vendor. Dengan demikian, HRD di Unit Grati tidak secara langsung menangani seluruh proses pengujian tersebut.

Setelah hasil tes psikologi keluar, dua peserta kemudian mendapatkan rekomendasi. Namun, dari dua nama tersebut, hanya satu orang yang akhirnya diterima untuk bekerja di Unit Grati.

“Kemudian hasil tes psikologi sudah dikeluarkan, dan dari enam orang itu ada dua orang direkomendasi. Kebetulan yang diterima di Grati itu satu orang dari enam orang itu, dan sampai sekarang pun di wilayah itu hanya satu orang ini saja yang bekerja atas nama Hasbullah,” tuturnya.

Taufik juga menyampaikan permohonan maaf kepada para peserta yang belum berhasil mendapatkan posisi tersebut. Ia menegaskan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan memang hanya satu orang.

“Intinya yang pertama kami akan evaluasi. Yang kedua mohon maaf apabila ada ketersinggungan atau hal lain yang kurang mengenakkan buat yang lain, karena yang dibutuhkan hanya satu. Dan terima kasih atas masukannya,” ucap Taufik.

Hasil Tes Berada di Vendor

Mengenai permintaan peserta agar lembar soal dan jawaban tes dibuka, Taufik menyatakan dokumen tersebut tidak berada di pihak HRD PT Japfa Grati.

Baca Juga:
HUT ke-81 RI, Satlantas Polres Pasuruan Kota Bagikan SIM Gratis Lewat Program SAE

Menurut dia, materi dan dokumen pengujian berada di pihak vendor yang menangani proses tes. Selain itu, terdapat ketentuan kerahasiaan yang membuat seluruh materi pengujian tidak dapat dibuka kepada peserta.

“Kalau seperti yang diminta Mas Samsul soal tesnya ada di vendor, itu bukan kewenangan kami. Tapi kalau yang disampaikan ke perusahaan itu hanya hasil tes psikologinya, bukan soalnya. Karena di sana (vendor) itu ada kode etik yang mungkin tidak semuanya bisa dibuka (disampaikan), sehingga kita juga tidak bisa mengintervensi ke sana,” pungkas Taufik.

Persoalan tersebut kini menjadi sorotan warga yang meminta proses rekrutmen di perusahaan dilakukan secara terbuka, profesional, dan sesuai ketentuan yang berlaku. (Eko)

Meta deskripsi: Warga Plososari mempertanyakan transparansi rekrutmen PT Japfa Grati dan meminta perusahaan mengevaluasi proses seleksi karyawan.

Tag: PT Japfa Grati, rekrutmen karyawan, Pasuruan, Plososari, seleksi karyawan, transparansi