YOGYAKARTA — Sebanyak 14 perjalanan kereta api sempat terdampak penanganan KA 68 Malabar relasi Bandung-Malang yang tertemper truk di JPL 295 Klaten, Kamis (27/8/2026) dini hari. Setelah rangkaian berhasil dievakuasi dan jalur diperbaiki, seluruh perjalanan KA dari Daop 6 Yogyakarta kini kembali beroperasi sesuai jadwal.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan, petugas bergerak cepat menangani lokomotif KA Malabar yang mengalami insiden sekitar pukul 01.25 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Pasca evakuasi yang telah selesai dilakukan, KA Sancaka 84 relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng menjadi KA pertama yang melintas lokasi pada pukul 08.10 WIB. Seluruh KA kembali beroperasi dengan lancar dan tepat sesuai jadwal,” kata Feni.
KA Malabar kemudian dapat melanjutkan perjalanan pada pukul 06.01 WIB menggunakan lokomotif pengganti. KAI juga melakukan perbaikan jalur untuk memastikan perjalanan kereta kembali aman dan lancar.
Ke-14 perjalanan KA yang terdampak yakni KA 36 Gajayana terlambat 20 menit, KA 80 Lodaya 5 menit, KA 72 Mutiara Selatan 10 menit, KA 14 Argo Lawu 65 menit, dan KA 144 Madiun Jaya 20 menit.
Selanjutnya, KA 68 Malabar mengalami keterlambatan 289 menit, KA 64B Manahan 14 menit, KA 150 Singasari 33 menit, KA 720 Commuter Line Yogyakarta-Palur 85 menit, dan KA 730F Commuter Line Yogyakarta-Palur 46 menit. Kemudian KA 169B Malioboro Ekspres Klaten terlambat 10 menit, KA 2601 selama 125 menit, KA 193 Joglosemarkerto 11 menit, serta KA 711 Commuter Line Palur-Yogyakarta 14 menit.
KAI memberikan service recovery kepada pelanggan yang terdampak keterlambatan sesuai ketentuan. Bentuknya berupa minuman, makanan ringan, atau makanan berat berdasarkan durasi keterlambatan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelanggan karena kondisi ini. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kesabaran pelanggan selama proses penanganan,” ujar Feni.
KAI mengimbau pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang. Pengguna jalan diminta mematuhi rambu, melihat kondisi kanan dan kiri, serta mendahulukan perjalanan kereta api (bams)











