SLEMAN – Keraton Ngayogyakarta kembali menggelar upacara adat labuhan di lereng Gunung Merapi. Upacara adat ini diawali penyerahan ubarampe (perlengkapan) upacara adat Labuhan Merapi dari utusan Raja Keraton Ngayogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diterima oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya di Kantor Kapanewon Cangkringan, Sleman, Senin (19/1/2026).
Usai menerima ubarampe, Bupati Sleman bersama jajaran Kalurahan dan Kapanewon membawa ubarampe menuju Petilasan Mbah Maridjan yang berada di Dusun Kinahrejo, Cangkringan, untuk diserahkan kepada Juru Kunci Gunung Merapi.
Selanjutnya, upacara adat akan dilanjutkan pada Selasa (20/1) dini hari dengan dibawanya ubarampe tersebut menuju Gunung Merapi untuk prosesi ritual dan doa serta, pembagian berkat kepada masyarakat.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan dukungannya atas pelaksanaan upacara adat Labuhan Merapi.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur masyarakat Yogyakarta kepada Tuhan Pencipta Alam, atas nikmat berupa kesuburan tanah, dijauhkan dari marabahaya, serta diberikan kesehatan dan keutamaan dalam hidup.
Menurut Harda acara Labuhan Merapi merupakan wujud rasa syukur masyarakat Yogyakarta kepada Tuhan Pencipta Alam, atas nikmat berupa kesuburan tanah, dijauhkan dari marabahaya, serta diberikan kesehatan dan keutamaan dalam hidup,” katanya.
*Labuhan Merapi merupakan upacara adat yang dilaksanakan setiap tahunnya sebagai rangkaian peringatan Tingalan Dalem Jumenengan atau bertahtanya Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Raja Keraton Yogyakarta
Harda Kiswaya menambahkan terlaksananya kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat Yogyakarta punya rasa handarbeni (memiliki) terhadap adat dan budaya. (Brd)











