KOTA MALANG — Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Putu Kholis Aryana kembali menegaskan komitmennya terhadap keluarga korban Tragedi Kanjuruhan dengan menggelar silaturahmi bersama 32 keluarga korban yang berdomisili di Kota Malang. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Sanika Satya Wada Polresta Malang Kota, Rabu (21/01/2026).
Didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kota Malang Ny. Uthe Putu Kholis serta seluruh Pejabat Utama (PJU) Polresta Malang Kota, pertemuan ini menjadi wujud nyata keberlanjutan komitmen moral dan kemanusiaan yang telah dibangun sejak Kombes Pol. Putu Kholis menjabat sebagai Kapolres Malang hingga kini memimpin Polresta Malang Kota.
Silaturahmi tersebut tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga ruang dialog terbuka antara keluarga korban dan institusi kepolisian. Dalam suasana penuh empati, keluarga korban diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, harapan, serta masukan demi terbangunnya hubungan yang lebih baik ke depan.
“Kami sebenarnya ingin bersilaturahmi langsung ke rumah masing-masing keluarga korban. Namun karena keterbatasan waktu dan kondisi, kami mengundang Bapak dan Ibu ke sini agar Polresta Malang Kota dapat menjadi rumah yang selalu hadir, menaungi, dan membersamai keluarga korban Kanjuruhan,” ujar Kombes Pol. Putu Kholis.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Polresta Malang Kota merupakan panggilan nurani, baik secara pribadi maupun sebagai institusi. Pendekatan humanis yang telah dirintis sebelumnya akan terus dilanjutkan dan diperkuat.
“Kami melanjutkan nilai-nilai kepemimpinan sebelumnya, termasuk yang telah dibangun oleh Kombes Pol. Budi Hermanto. Pasca tragedi Kanjuruhan, kami berkomitmen bertugas dengan empati dan pendekatan yang lebih manusiawi,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri pengamat kepolisian Bambang Rukminto, jajaran PJU Polresta Malang Kota, serta perwakilan keluarga korban. Kehadiran lintas unsur ini menegaskan bahwa pendampingan terhadap keluarga korban merupakan tanggung jawab bersama.
Dalam sesi interaksi, Kapolresta Malang Kota membuka ruang seluas-luasnya bagi keluarga korban untuk menyampaikan keluhan dan kebutuhan yang masih dirasakan hingga saat ini. Polresta Malang Kota, kata Putu Kholis, siap memfasilitasi dan menjembatani berbagai kepentingan yang masih berada dalam kewenangan kepolisian maupun instansi terkait.
“Kami siap mendukung, mulai dari pendampingan bagi putra-putri keluarga korban yang ingin mengikuti seleksi Polri, layanan kesehatan, penjajakan beasiswa pendidikan, hingga fasilitasi penyampaian aspirasi kepada Pemerintah Kota Malang dan OPD terkait,” tegasnya.
Selain itu, Polresta Malang Kota juga memberikan kemudahan layanan administrasi kepolisian, seperti pengurusan SIM melalui Satlantas, SKCK melalui Intelkam, serta dukungan kewilayahan oleh Kapolsek jajaran untuk membantu kebutuhan sosial kemasyarakatan keluarga korban.
Bagi keluarga korban yang belum dapat hadir karena keterbatasan tertentu, Kombes Pol. Putu Kholis memastikan silaturahmi akan tetap dilakukan melalui Kapolsek setempat, disertai penyampaian tali asih sebagai bentuk perhatian dan kepedulian institusi.
Kegiatan silaturahmi ditutup dengan doa bersama untuk para almarhum dan almarhumah korban Tragedi Kanjuruhan agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus menjadi penguat batin bagi keluarga yang ditinggalkan.
Melalui momentum ini, Polresta Malang Kota menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pendekatan kemanusiaan dan menjaga hubungan emosional dengan keluarga korban, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan sahabat masyarakat.
(Junaedi)











