Berita

Kerudung Polwan Dicoret Saat Aksi, Budi Hermanto: Demonstrasi Harus Tetap Beradab

×

Kerudung Polwan Dicoret Saat Aksi, Budi Hermanto: Demonstrasi Harus Tetap Beradab

Sebarkan artikel ini
Seorang mahasiswi terekam kamera saat mencoret kerudung putih yang dipakai Polwan yang tengah bertugas mengamankan aksi demonstrasi.

JAKARTA  – Polda Metro Jaya menyayangkan insiden dalam aksi unjuk rasa (unras) mahasiswa pada Jumat (28/02/2026). Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang mahasiswi mencoret kerudung putih yang dikenakan seorang Polisi Wanita (Polwan) saat bertugas melakukan pengamanan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., menyayangkan tindakan yang dinilai kurang terpuji tersebut.

Menurutnya, pada momentum bulan Ramadan, jajaran kepolisian mengenakan atribut khusus sebagai simbol kesucian bulan penuh rahmat. Personel pria memakai sorban, sedangkan Polwan mengenakan kerudung putih saat bertugas.

“Karena bulan Ramadan, jajaran kepolisian dalam menjalankan tugasnya memang memakai sorban untuk personel pria dan kerudung putih bagi Polwan sebagai simbol kesucian bulan penuh rahmat ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sebagai kaum intelektual, mahasiswa seharusnya dapat menyampaikan aspirasi dengan mengedepankan adab dan etika.

“Kerudung yang dipakai Polwan seharusnya jangan dijadikan sarana untuk mengekspresikan aspirasi. Jangan malah dicoret seolah-olah itu kain spanduk dan sengaja memprovokasi petugas,” tegasnya.

Kabid Humas juga mempertegas bahwa kepolisian selalu menghormati setiap pihak yang ingin menyampaikan aspirasi, selama dilakukan secara tertib dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kepada personel yang bertugas pun kami selalu tekankan untuk mengedepankan cara-cara humanis. Namun sebaliknya, pendemo juga harus menjaga etika dan menghormati petugas,” tambahnya.

Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang melaksanakan aksi dengan aman dan tertib. Pria yang akrab disapa Buher itu juga menyampaikan keprihatinannya atas adanya peserta aksi yang berteriak dengan kata-kata tidak pantas kepada petugas.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pembelajaran penting bahwa sikap sabar dan pendekatan humanis dalam pengamanan aksi demonstrasi terbukti efektif meredam emosi massa serta menjaga situasi tetap kondusif dan aman selama pelaksanaan unras.

Baca Juga:
Buruan Intensif Polda Metro Jaya Terhadap Pengendali Lab Narkoba di Jakarta Utara

“Hal ini menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa kesabaran dalam menjalankan tugas pengamanan sangat penting untuk menjaga situasi tetap kondusif,” pungkasnya. (Junaed)