Portal Jatim

Serukan Dialog dan Sinergi, Abah Qodir Ajak Semua Pihak Bersatu Demi Masa Depan Kota Pasuruan

Redaksi
×

Serukan Dialog dan Sinergi, Abah Qodir Ajak Semua Pihak Bersatu Demi Masa Depan Kota Pasuruan

Sebarkan artikel ini
Dari kiri, Ketua KONI Kota Pasuruan Gangsar Sulistyarso bersama H. Abdul Qodir dan istrinya, Hj. Ma’samah.

PASURUAN – Dinamika yang belakangan muncul di Kota Pasuruan menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang sehat antarunsur pemerintahan dan masyarakat. Di tengah sorotan publik terhadap polemik bonus atlet berprestasi, sejumlah tokoh menyerukan agar semua pihak kembali mengedepankan dialog dan kebersamaan.

Salah satunya datang dari H. Abdul Qodir, tokoh masyarakat Pantai Utara yang juga dikenal sebagai sesepuh LSM serta mantan Ketua Forum Bersama (Forbes) LSM Kota/Kabupaten Pasuruan. Pria yang akrab disapa Abah Qodir ini menilai, kemajuan daerah tidak mungkin terwujud tanpa sinergi antara eksekutif, legislatif, dan elemen masyarakat.

Menurutnya, perbedaan pandangan adalah hal wajar dalam sistem demokrasi. Namun, penyelesaiannya harus ditempuh melalui komunikasi yang baik, bukan dengan langkah-langkah yang justru memperkeruh suasana.

Ia menyinggung insiden piagam yang diinjak oleh atlet beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut, kata dia, patut disayangkan dan menjadi refleksi bersama.

“Saya jujur merasa prihatin. Tapi saya bertanya, siapa di balik ini semua? Apa tidak bisa dilakukan tabayun atau komunikasi yang baik dengan pihak terkait untuk mencari tahu duduk perkaranya?” ujar Abah Qodir saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Rabu (4/3) siang.

Abah Qodir mengingatkan bahwa setiap kepala daerah memiliki gaya kepemimpinan dan prioritas kebijakan yang berbeda. Selain faktor visi, kemampuan anggaran daerah juga menjadi variabel penentu arah pembangunan.

“Setiap pergantian wali kota, kondisi APBD tidak selalu sama. Pola memimpin dan kebijakannya pasti berbeda-beda. Itu yang harus kita pahami bersama,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen mulai dari tokoh masyarakat, aktivis, hingga pegiat sosial untuk mendukung program pemerintah sepanjang bertujuan bagi kepentingan bersama.

“Mari kita bangun Kota Pasuruan dengan komunikasi yang baik, saling menghormati dan menghargai perbedaan. Kalau pemimpinnya baik, ayo duduk bersama dan dukung kebijakannya demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:
Ketua KONI Kota Malang Targetkan Juara Kedua di Porprov Jatim 2027, Cabor Diminta Buktikan Prestasi

Abah Qodir bahkan menyatakan kesiapannya menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah. Ia berharap aspirasi dapat disampaikan secara terbuka tanpa perlu ada seruan-seruan emosional.

“Saya siap menjembatani kalau ingin bertemu wali kota atau wakil wali kota. Jangan tiba-tiba menyuruh mundur. Semua ada prosesnya,” katanya.

Ia juga berpesan kepada para atlet dan orang tua agar tetap menempatkan olahraga sebagai sarana pembinaan karakter dan kesehatan, bukan semata orientasi materi.

“Untuk atlet dan orang tua, mari koordinasi dengan baik. Jangan berharap anak berolahraga hanya untuk mengejar juara dan uang. Kita pakai semangat memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI Kota Pasuruan, Gangsar Sulistyarso, turut memberikan penjelasan terkait polemik bonus atlet, khususnya dalam ajang Kejurprov IX Jawa Timur 2025.

Ia menegaskan bahwa tugas utama atlet adalah berlatih dan bertanding secara maksimal. Soal penghargaan finansial, menurutnya, bukan menjadi fokus utama dalam pembinaan.

“Sebetulnya tugas atlet itu berlatih dan bertanding, tidak usah melihat rupiah. Namun kami tetap menghargai perjuangan atlet,” ujarnya.

Gangsar mengakui besarnya pengorbanan orang tua dalam mendukung anak-anak mereka berprestasi di bidang olahraga. Tidak sedikit yang rela mengeluarkan biaya besar demi aktivitas positif tersebut.

“Orang tua atlet itu luar biasa. Ada yang sampai menghabiskan ratusan juta rupiah untuk membiayai anaknya. Saya pun merasakan hal yang sama terhadap anak saya,” tuturnya saat berkunjung menjenguk Hj. Ma’samah, istri Abah Qodir, usai menjalani perawatan di rumah sakit.

Menyikapi kekecewaan sebagian atlet atas nilai bonus yang dianggap belum sesuai harapan, pihak KONI berencana melakukan evaluasi internal. Fokusnya adalah memulihkan semangat dan mental para atlet, terutama peraih medali.

Baca Juga:
PAD Kota Pasuruan Naik, LIRA Jatim Kritik Silpa Rp95,37 Miliar dan Turunnya Pembangunan

“Kami akan berkumpul dengan pengurus, menyusun konsep, dan berupaya mengembalikan semangat serta memperbaiki mental para atlet dan orang tua. Terutama yang meraih medali kemarin,” jelasnya.

Terkait besaran bonus atau reward pada Porprov IX Jatim 2025, Gangsar menegaskan bahwa penetapannya bukan kewenangan KONI semata.

“KONI ini bagian dari organisasi masyarakat. Penetapan jumlah bonus harus dihitung matang karena dampaknya besar. Itu sudah saya sampaikan sejak awal 2025,” tandasnya.

Di akhir pertemuan, Gangsar mendoakan agar Hj. Ma’samah segera pulih. Sementara Abah Qodir menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian tersebut.

Di tengah berbagai dinamika, pesan yang mengemuka jelas: Kota Pasuruan membutuhkan kedewasaan sikap, komunikasi terbuka, dan komitmen bersama untuk melangkah maju.