Portal DIY

Pemkab Sleman Jamin Stok Elpiji dan BBM Aman Jelang Idul Fitri 1447 H

Portal Indonesia
×

Pemkab Sleman Jamin Stok Elpiji dan BBM Aman Jelang Idul Fitri 1447 H

Sebarkan artikel ini

 

SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan jelang hari raya Idul Fitri ini stok elpiji 3 kilogram di Sleman dalam kondisi aman dengan distribusi yang terjaga kelancarannya.

Hal itu dikatakan oleh Sekda Sleman Susmiarto usai memimpin pemantauan langsung ketersediaan gas elpiji di sejumlah agen dan pangkalan elpiji di Sleman.

Pemantauan antara lain dilakukan di Agen PT Expra Baru di Nogotirto dan Pangkalan Fajar Group Grosir di Balecatur Kapanewon Gamping, Kamis (5/3/2026).

Susmiarto menjelaskan bahwa alokasi kuota elpiji 3 kilogram untuk wilayah Sleman pada tahun 2026 mencapai 47.014 metrik ton (MT) atau setara dengan 15.671.333 tabung.

Untuk antisipasi terhadap potensi kelangkaan saat hari libur nasional, pemerintah Kabupaten Sleman telah mengajukan tambahan kuota fakultatif secara bertahap. Penambahan tersebut mencapai puncaknya pada bulan Maret dengan tambahan sebesar 219.360 tabung, untuk mengimbangi lonjakan permintaan masyarakat jelang lebaran.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan elpiji melon. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengajukan tambahan kuota fakultatif kepada Pertamina, untuk menutup kekosongan pengiriman saat hari libur nasional,” ujarnya.

“Kami harapkan dengan penambahan ini, kebutuhan rumah tangga maupun usaha mikro dapat terpenuhi dengan baik,” tegas Susmiarto.

Mengenai harga, Susmiarto menegaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg tetap stabil mengacu pada Keputusan Gubernur DIY Nomor 457/KEP/2024. Harga di tingkat pangkalan ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung, dengan dukungan distribusi dari 38 agen dan 2.802 pangkalan di seluruh Sleman.

Selain ketersediaan stok, aspek perlindungan konsumen juga menjadi prioritas melalui pengecekan ketepatan volume gas oleh UPTD Metrologi Legal.

“Berdasarkan hasil pengecekan sampel secara acak dari tingkat SPPBE hingga pengecer, volume elpiji 3 kg yang beredar di wilayah Sleman masih memenuhi ambang batas yang ditetapkan, yaitu 8 kg dengan toleransi plus-minus 90 gram,” jelasnya.

Baca Juga:
Peringati HPN 2026, Pemkab Sleman Bersama PWPS Gelar Media Gathering

“Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai isi tabung karena pengawasan takaran terus kami lakukan secara ketat,” tegas Susmiarto.

Selain elpiji, pemantauan juga menyasar kesiapan 51 SPBU dan 27 Pertashop di wilayah Sleman. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman juga aktif melakukan uji tera pada alat pengisian bahan bakar guna menjamin keadilan bagi konsumen.

Susmiarto mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam perilaku belanja berlebih atau panic buying yang justru dapat mengganggu stabilitas pasar.

“Pemkab telah berkomunikasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas bahwa kebutuhan BBM dan elpiji bersubsidi akan tercukupi selama masa libur Idul Fitri. Kami mohon masyarakat belanja dengan bijak sesuai kebutuhan saja. Jika ditemukan indikasi kecurangan takaran atau kelangkaan stok, segera laporkan melalui kanal Lapor Sleman atau Call Center Pertamina 135 agar bisa segera kami tindak lanjuti,” pungkasnya. (Brd)