YOGYAKARTA – Mengedepankan nilai kepedulian terhadap sesama yang berkebutuhan khusus, Kantor Layanan Lazismu RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta–Gamping–Sleman menggelar acara buka puasa bersama bagi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Muhammadiyah se-DIY di Hotel Alana Yogyakarta, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan tahunan di hotel bintang empat ini diikuti oleh ratusan siswa difabel didampingi orang tua dan guru. Acara ini dirancang sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak difabel di tengah bulan suci Ramadhan.
Menghargai Keistimewaan Anak
Acara dibuka secara resmi oleh dr. Syafak Hanum, Sp.A., anggota Badan Pembina Harian (BPH) RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan Gamping. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya kepercayaan diri bagi setiap anak, tanpa memandang keterbatasan fisik maupun mental.
Ia menganggap semua anak luar biasa. Setiap anak memiliki keistimewaan dan potensi masing-masing. “Tetaplah semangat belajar dan berkarya dengan segala perbedaan yang dimiliki,” ujar dr. Syafak saat memberikan motivasi.
Senada, Wakil Ketua Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah, Dr. Ridwan Furqoni, menambahkan keterbatasan bukanlah penghalang bagi masa depan yang cerah.
Wujud Nyata Penyaluran Zakat
Kepedulian ini bukan sekadar seremoni. Alfis Khoirul Khisholi, pengurus Lazismu PKU Muhammadiyah menjelaskan dana kegiatan ini bersumber dari zakat para dokter di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Gamping, dan Sleman.
Selain memberikan kebahagiaan bagi para siswa, pihak Lazismu juga memberikan kado apresiasi kepada para guru SLB se-DIY sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tanpa lelah mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.
Pesan Persaudaraan
Melalui kegiatan ini, Lazismu PKU Muhammadiyah berharap dapat terus menginspirasi masyarakat untuk menghadirkan dampak nyata bagi kelompok rentan. Selain sebagai momen berbagi, acara ini menjadi ruang silaturahmi yang mempererat ikatan antara siswa, pengajar, dan para donatur.
Kegiatan ini mencerminkan semangat kemanusiaan yang universal, di mana setiap individu, terlepas dari latar belakang dan kondisinya, layak mendapatkan penghormatan dan kebahagiaan yang setara (bams)











