MALANG – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat terus memperkuat koordinasi pelaksanaan Program Sekolah Rakyat sebagai strategi nasional pengentasan kemiskinan. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 mengenai optimalisasi penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, melakukan kunjungan lapangan untuk monitoring dan evaluasi (monev) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 22 Malang, Jawa Timur, Kamis (2/4/2026).
Pendidikan Kunci Utama
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk menyediakan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin. Prof. Abdul Haris menegaskan bahwa pendidikan adalah instrumen paling efektif untuk memutus siklus kemiskinan yang sistemik.
”Kami meyakini bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem. Melalui Program Sekolah Rakyat, kami optimistis dapat mempercepat pemutusan siklus kemiskinan yang selama ini menjadi tantangan besar bagi bangsa,” ujar Prof. Abdul Haris.
Evaluasi Data
Dalam kunjungan tersebut, terungkap dinamika jumlah siswa di SRMA 22 Malang yang awalnya berjumlah 75 siswa kini menjadi 69 siswa aktif. Hal ini menjadi poin penting dalam evaluasi guna memastikan keberlanjutan program di lapangan.
Selain itu, monitoring ini difokuskan pada beberapa aspek teknis krusial, antara lain Transisi bangunan.
Memastikan perpindahan dari Sekolah Rakyat Sementara ke Sekolah Rakyat Permanen berjalan lancar. Tata Kelola SDM. Perencanaan matang mengenai distribusi kelebihan guru dan tenaga kerja akibat penggabungan sekolah. Dan Administrasi Dapodik. Penyesuaian data pokok pendidikan agar tidak terjadi kendala administratif pasca-penggabungan.
Kolaborasi Lintas Sektor
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat Kementerian Sosial, serta perwakilan Dinas Sosial dari tingkat Provinsi Jawa Timur maupun Kota Malang.
Kemenko Pemberdayaan Masyarakat mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung penuh program ini demi mewujudkan visi Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera.
Dengan tata kelola yang baik, Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi tulang punggung dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul dari lapisan masyarakat yang paling membutuhkan (*/bams)











