Berita

Video Viral BBM Subsidi Rp5 Juta di Luwu Timur Dibantah, Pertamina Temukan Pelanggaran SOP di SPBU

Redaksi
×

Video Viral BBM Subsidi Rp5 Juta di Luwu Timur Dibantah, Pertamina Temukan Pelanggaran SOP di SPBU

Sebarkan artikel ini

LUWU TIMUR — Isu viral terkait dugaan pengisian BBM subsidi hingga jutaan rupiah di SPBU Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, dipastikan tidak sesuai fakta. Hasil investigasi Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menunjukkan bahwa nilai transaksi yang beredar di media sosial tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Berdasarkan penelusuran data bersama pengelola SPBU dan aparat kepolisian, nominal pengisian BBM yang terjadi tercatat hanya berkisar Rp500 ribuan, jauh dari klaim yang menyebut angka hingga Rp5 juta.

Klarifikasi juga datang dari pihak yang merekam sekaligus menyebarkan video tersebut. Ia mengakui bahwa informasi yang disampaikan sebelumnya tidak akurat dan tidak menggambarkan kejadian yang sebenarnya di lapangan.

Namun demikian, investigasi tidak berhenti pada pembuktian tersebut. Pertamina justru menemukan indikasi pelanggaran lain dalam proses distribusi BBM subsidi.

Dari hasil pemeriksaan data transaksi, terdeteksi adanya penggunaan barcode yang tidak semestinya serta pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam penyaluran BBM bersubsidi.

Menindaklanjuti temuan itu, Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi kepada SPBU Wasuponda. Sanksi yang diberikan meliputi surat peringatan, pembinaan operasional, hingga penghentian sementara penyaluran produk JBT Biosolar selama satu pekan.

Sales Branch Manager Sulselbar I Fuel, Mohammad Yoga Prabowo, menegaskan bahwa setiap bentuk penyimpangan akan ditindak secara konsisten.

“Setiap penyimpangan, baik dalam mekanisme transaksi maupun penggunaan barcode, menjadi perhatian serius. Sanksi diberikan sebagai langkah korektif sekaligus penguatan disiplin operasional agar penyaluran tetap sesuai peruntukan,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Hal senada disampaikan Area Manager Communication, Relation, & CSR, Lilik Hardiyanto. Ia memastikan bahwa pengawasan distribusi BBM subsidi dilakukan secara ketat dan berkelanjutan.

“Setiap temuan di lapangan langsung ditindaklanjuti melalui verifikasi data dan pengecekan operasional. Ketika ada indikasi pelanggaran, langkah penindakan dijalankan secara tegas. Ini bagian dari upaya menjaga distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” jelasnya.

Baca Juga:
Operasi Ketupat Jaya 2026, Polda Metro Jaya Kerahkan 6.802 Personel Gabungan Amankan Lebaran

Pertamina juga memastikan bahwa distribusi BBM di wilayah Sulawesi Selatan tetap berjalan normal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi melalui pengelolaan suplai yang terjaga.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan bersama dalam distribusi energi. Partisipasi masyarakat dinilai berperan krusial dalam mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini.

Masyarakat dapat melaporkan dugaan pelanggaran melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135, yang akan ditindaklanjuti melalui proses verifikasi dan evaluasi operasional.

Dengan menempatkan kepatuhan sebagai fondasi utama, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya menjaga distribusi energi tetap tertib, transparan, dan tepat sasaran.