Portal Jatim

Sidak Puskesmas Krejengan, Sekda Tegaskan Oknum ASN-PPPK Dinonaktifkan Usai Isu Perselingkuhan Viral

Redaksi
×

Sidak Puskesmas Krejengan, Sekda Tegaskan Oknum ASN-PPPK Dinonaktifkan Usai Isu Perselingkuhan Viral

Sebarkan artikel ini
Sekda Ugas Irwanto bersama tim melakukan sidak di Puskesmas Krejengan menyusul viralnya dugaan perselingkuhan ASN dan PPPK.

PROBOLINGGO – Ramainya pemberitaan terkait dugaan perselingkuhan yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Puskesmas Krejengan memicu respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ugas Irwanto turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Krejengan pada Rabu (6/5/2025). Ia hadir bersama jajaran Kepala Dinas Kesehatan, BKSDM, serta Inspektorat untuk memastikan situasi di lapangan tetap terkendali.

Langkah ini tidak hanya bertujuan menelusuri kebenaran informasi yang beredar, tetapi juga memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal tanpa gangguan.

Ugas Irwanto menegaskan, sidak dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam merespons isu yang telah menjadi perhatian publik.

“Kami ingin memperoleh gambaran yang utuh terkait kasus yang sedang viral ini. Yang bersangkutan saat ini sudah dipindah tugaskan ke Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Ia meluruskan bahwa pemindahan tersebut bukan bentuk promosi jabatan. Sebaliknya, langkah itu diambil sebagai bagian dari proses penanganan lebih lanjut.

“Bukan promosi, tetapi dinonaktifkan. Hak jasa pelayanan yang sebelumnya diterima kini dihentikan. Ini untuk mempermudah proses pemeriksaan,” jelasnya.

Untuk menindaklanjuti kasus tersebut, pemerintah daerah telah membentuk tim khusus yang melibatkan unsur Inspektorat, BKSDM, dan Dinas Kesehatan. Tim ini bertugas mendalami fakta serta merumuskan sanksi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, Ugas juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas layanan publik. Ia menekankan agar seluruh tenaga kesehatan tetap profesional dan tidak terpengaruh oleh situasi yang berkembang.

Menurutnya, citra pelayanan tidak boleh tercoreng oleh isu internal yang sedang ditangani.

“Kami tidak ingin pelayanan di Puskesmas Krejengan terganggu akibat pemberitaan negatif. Semua staf harus tetap fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga:
337 Nakes PPPK Mamuju Dihentikan Bertahap, Layanan Puskesmas Terancam Terganggu