YOGYAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan cuaca di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cenderung cerah hingga berawan pada 5-7 Juni 2026. Potensi hujan ringan hanya diperkirakan terjadi di wilayah Sleman bagian utara.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Feriomex Hutagalung dalam keterangannya mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer yang saat ini mendukung berkurangnya pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY.
BMKG mencatat adanya pusat tekanan rendah di Samudra Pasifik sebelah timur Jepang. Kondisi ini memperkuat angin timuran di wilayah Jawa, termasuk DIY. Dampaknya, pertumbuhan awan hujan menjadi berkurang.
Selain itu, kelembapan udara pada lapisan 850, 700, dan 500 milibar berkisar antara 30 hingga 90 persen. Kondisi tersebut juga mengurangi potensi terbentuknya awan hujan.
BMKG juga mengamati penguatan Monsun Australia. Fenomena ini berpotensi meningkatkan kecepatan angin serta ketinggian gelombang di perairan selatan DIY.
Untuk periode 5 hingga 7 Juni 2026, hujan ringan berpotensi terjadi di Sleman bagian utara. Sementara itu, tinggi gelombang laut di perairan selatan DIY diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter atau masuk kategori tinggi.
BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca panas pada siang hari dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan membatasi aktivitas luar ruangan yang tidak diperlukan.
Masyarakat juga diminta tetap memantau informasi cuaca dan iklim terkini karena hujan masih berpotensi terjadi secara lokal di beberapa wilayah.
Nelayan dan pelaku aktivitas kelautan diimbau selalu memperhatikan prakiraan cuaca maritim serta peringatan dini BMKG sebelum beraktivitas di laut.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin yang dapat memengaruhi tinggi gelombang laut di perairan selatan DIY (bams)











