Portal Jatim

Jalan Raya atau Pasar? Pengguna Jalur Ranuyoso Keluhkan Bahu Jalan Dipenuhi Pedagang

Redaksi
×

Jalan Raya atau Pasar? Pengguna Jalur Ranuyoso Keluhkan Bahu Jalan Dipenuhi Pedagang

Sebarkan artikel ini

LUMAJANG – Aktivitas perdagangan pisang dan kelapa di sepanjang tepi jalan kawasan Ranuyoso dan Gunung Tungu, Kabupaten Lumajang, kembali menuai keluhan dari pengguna jalan. Keberadaan lapak pedagang serta kendaraan yang parkir di bahu jalan dinilai menghambat kelancaran lalu lintas dan meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan.

Keluhan tersebut disampaikan oleh seorang warga Surabaya berinisial HR melalui pesan suara yang diterima media. Ia menilai kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya penataan yang memadai.

Menurut HR, meskipun ruas jalan di kawasan tersebut telah diperlebar, sebagian badan jalan masih digunakan untuk aktivitas jual beli dan tempat parkir kendaraan. Akibatnya, ruang gerak pengguna jalan menjadi terbatas, terutama saat volume kendaraan meningkat.

“Kami merasa terganggu saat melintas. Jalan sudah diperlebar, tetapi sebagian badan jalan masih digunakan untuk berjualan dan parkir kendaraan yang tidak teratur. Kondisi ini tentu menghambat lalu lintas,” ujarnya.

Selain mengurangi kenyamanan berkendara, kondisi tersebut juga dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas. Pengendara yang melintas harus mengurangi kecepatan secara mendadak atau berpindah jalur untuk menghindari kendaraan yang berhenti di pinggir jalan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama instansi terkait dapat segera melakukan penataan terhadap aktivitas pasar di lokasi tersebut. Salah satu solusi yang diusulkan adalah menyediakan area khusus bagi pedagang agar kegiatan ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi jalan sebagai sarana transportasi umum.

Warga juga meminta adanya petugas yang secara rutin melakukan pengaturan lalu lintas, khususnya pada jam-jam sibuk ketika aktivitas perdagangan sedang ramai. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi kemacetan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan.

Dengan adanya penataan yang lebih baik, masyarakat berharap keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan keselamatan pengguna jalan dapat terwujud, sehingga tercipta ketertiban, kenyamanan, serta kelancaran lalu lintas di kawasan Ranuyoso dan Gunung Tungu.

Baca Juga:
Operasi Keselamatan Semeru 2026 Digelar Polresta Sidoarjo, 250 Personel Dikerahkan Selama 14 Hari