SLEMAN – Pemkab Sleman menyatakan. Siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026. Menurut rencana KPI 2026 akan dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 1-2 Juli mendatang di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Penyelenggaraan konferensi ini merupakan hasil kerjasama Pemkab Sleman didukung Lingkar Daerah Belajar.
Tema yang diusung yakni Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada dipandang selaras dengan semangat Kabupaten Sleman, yaitu membangun masyarakat yang berdaya, sejahtera, dan memiliki kesempatan pendidikan yang semakin berkualitas, inklusif, serta berkelanjutan.
“Forum nasional ini bertujuan memperkuat transformasi pendidikan di Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan,” kata Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Dwi Warni Yuliastuti, Selasa (9/6/2026).
Peserta KPI 2026 ditargetkan sebanyak 350 orang undangan termasuk dari pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, tenaga kependidikan, komunitas pendidikan, akademisi, dunia usaha dan dunia industri, media massa, legislatif, pemerintah pusat, serta peserta terpilih Poster Gagasan Inovasi. Selain itu, KPI 2026 juga membuka ruang bagi peserta umum, seperti mahasiswa, pemerhati pendidikan, komunitas, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap transformasi pendidikan.
Menurut Dwi Warni KPI 2026 hadir sebagai ruang bersama untuk berbagi praktik baik, mendiskusikan tantangan pendidikan, menyampaikan gagasan inovatif, serta membangun komitmen bersama dalam memperkuat transformasi pendidikan di Indonesia.
“Kami percaya bahwa pendidikan tidak dapat bergerak sendiri. Dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah, sekolah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, dan anak-anak sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan,” ujarnya.
KPI 2026 akan mengangkat beberapa isu penting dalam pendidikan, antara lain kesempatan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau, pendidikan dan perubahan iklim, pendidikan dan disrupsi teknologi, serta tata kelola dan anggaran pendidikan. Selain itu, isu gender, disabilitas, dan inklusi sosial juga menjadi perhatian lintas tema agar pendidikan semakin berpihak kepada semua anak, termasuk kelompok rentan.
KPI 2026 tidak sekedar menjadi forum diskusi, namun juga akan menjadi forum untuk menghasilkan gagasan, jejaring, rekomendasi, dan rencana tindak lanjut yang nyata bagi masing-masing daerah. Melengkapi acara puncak, KPI 2026 akan dilanjutkan dengan agenda Tour Sleman pada Jumat, 3 Juli 2026.
Sebelumnya, sebagai wadah pemanasan diskursus, penyelenggara juga mengadakan kegiatan Pra-KPI berupa webinar kebijakan pendidikan daerah secara daring yang telah dilaksanakan tanggal 28 April dan 12 Mei 2026.
Melalui KPI 2026, kami berharap Sleman dapat menjadi ruang temu, ruang belajar, dan ruang kolaborasi bagi berbagai daerah di Indonesia,” kata Dwi.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jejaring antar pemangku kepentingan, mendokumentasikan praktik baik pendidikan, melahirkan komitmen bersama, serta mendorong lahirnya rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan di daerah masing-masing. (Brd)











