JAKARTA – Pemerintah Kota Malang menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan transformasi digital nasional melalui kolaborasi strategis dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat menghadiri forum Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Dalam forum tersebut, Wahyu Hidayat mewakili Kota Malang menyatakan kesiapan daerahnya untuk berperan aktif dalam memperkuat kematangan ekosistem digital Indonesia melalui kerja sama lintas sektor.
DEAL 2026 merupakan wadah kolaborasi yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri, akademisi, startup, UMKM, komunitas, hingga investor. Forum ini bertujuan menyelaraskan arah pembangunan digital nasional sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.
Melalui forum tersebut, berbagai pihak mendeklarasikan komitmen bersama sesuai peran dan bidang masing-masing. Kota Malang tercatat sebagai salah satu dari dua pemerintah kota di Indonesia yang memperkuat kerja sama dengan Direktorat Jenderal Ekosistem Digital (DJED) Komdigi RI.
“Sejalan dengan arahan Ibu Menteri Komdigi bahwa transformasi digital harus dibangun melalui semangat gotong royong dan kolaborasi. Melalui deklarasi ini, Pemerintah Kota Malang siap menjadi bagian dari gerakan tersebut. Potensi serta daya saing ekosistem digital Kota Malang terus berkembang dan memiliki peluang besar untuk mendukung penguatan ekosistem digital nasional,” ujar Wahyu Hidayat.
Pada kesempatan itu, Wahyu mengikuti dua deklarasi penting sekaligus. Pertama, komitmen pengembangan inovasi digital dan penciptaan technopreneur yang didorong oleh perkembangan sektor startup, industri gim, serta konten digital di Kota Malang.
Deklarasi kedua berkaitan dengan penguatan kembali ekosistem digital melalui program ecosystem maturity index dan dashboard ecosystem. Program ini difokuskan pada pengukuran tingkat kematangan ekosistem digital daerah serta pembangunan platform terintegrasi yang menghimpun data startup nasional dalam satu sistem.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam sambutannya secara khusus menyebut Kota Malang bersama Kota Medan dan Kabupaten Lamongan sebagai daerah yang menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan ekosistem digital Indonesia.
Menurut Meutya, transformasi digital tidak dapat dijalankan secara parsial berdasarkan wilayah maupun sektor tertentu, melainkan harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.
“Inilah jajaran kepala daerah atau perwakilan kepala daerah yang mempunyai satu semangat bahwa transformasi digital tidak bisa dibagi per sektor, per provinsi, per kota, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh,” kata Meutya.
Ia juga menekankan bahwa semangat gotong royong yang menjadi dasar penyelenggaraan DEAL 2026 sejalan dengan nilai-nilai yang telah lama menjadi identitas bangsa Indonesia.
“Gotong royong adalah identitas asli bangsa yang kini harus kita bawa ke ranah digital melalui gerakan Merajut Solidaritas Digital Indonesia. Kita harus bergerak bersama menuju tujuan yang sama, yakni mewujudkan keadilan digital dan kemandirian teknologi bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Melalui partisipasi aktif dalam DEAL 2026, Pemerintah Kota Malang berharap dapat semakin memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital sekaligus mendukung terciptanya ekosistem digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan.











