Portal Jateng

Jembatan Sidabowa-Karanganyar Banyumas Ditarget Rampung Awal Juli, Perkuat Konektivitas dan Urai Kemacetan Patikraja

Portal Indonesia
×

Jembatan Sidabowa-Karanganyar Banyumas Ditarget Rampung Awal Juli, Perkuat Konektivitas dan Urai Kemacetan Patikraja

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo (Portal Indonesia/Tris'n)

PURWOKERTO – Pembangunan Jembatan Permanen Sidabowa–Karanganyar di Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, memasuki tahap akhir.

Proyek strategis hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Banyumas dan pemerintah pusat itu ditargetkan rampung sebelum 9 Juli 2026 dan segera difungsikan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menjadi jalur alternatif guna mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Patikraja.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, mengatakan progres pembangunan jembatan saat ini telah hampir 100 persen. Tahapan pekerjaan yang masih berlangsung hanya pengaspalan sebelum dilakukan uji kelayakan dan dibuka untuk umum.

“Secara persentase sudah mencapai 95 persen. Mudah-mudahan seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai target. Kontrak berakhir pada 9 Juli, sehingga kami berharap sebelum tanggal tersebut jembatan sudah selesai dan bisa difungsikan,” ujar Kresnawan saat ditemui wartawan, Selasa (30/6).

Pembangunan jembatan tersebut menelan anggaran sekitar Rp28 miliar. Pemerintah Kabupaten Banyumas mengalokasikan dana sekitar Rp11,5 miliar dari APBD untuk pembebasan lahan, sedangkan pembangunan fisik didukung melalui pendanaan pemerintah pusat.

“Anggaran APBD sekitar Rp11,5 miliar digunakan untuk pembebasan lahan. Jadi pembangunan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Banyumas,” katanya.

Menurut Kresnawan, keberadaan jembatan permanen akan membawa perubahan signifikan terhadap konektivitas wilayah. Jika sebelumnya akses penghubung antara Desa Sidabowa dan Desa Karanganyar hanya dapat dilalui kendaraan roda dua secara bergantian, kini jembatan baru tersebut dirancang mampu dilintasi kendaraan roda empat.

“Dulu hanya bisa digunakan kendaraan roda dua dan harus bergantian. Sekarang sudah bisa dilalui kendaraan roda empat,” ujarnya.

Selain memperpendek waktu tempuh masyarakat, jembatan ini juga diproyeksikan menjadi jalur alternatif yang dapat mengurangi beban lalu lintas di Simpang Pasar Patikraja yang selama ini menjadi salah satu titik kepadatan kendaraan di wilayah tersebut.

Baca Juga:
APBN Mengalir ke Banyumas, Rp219 Miliar Disiapkan untuk Perkuat Irigasi dan Ketahanan Pangan 2026

Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap keberadaan jembatan baru ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan melalui kelancaran distribusi barang dan jasa.

Jembatan permanen Sidabowa -Karanganyar, Kecamatan Patikraja

Pemkab Terus Perjuangkan Infrastruktur Melalui APBN

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Bupati Banyumas terus mengupayakan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai sektor.

Kresnawan mengatakan, komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, hingga DPR RI terus dilakukan agar berbagai usulan pembangunan di Banyumas dapat memperoleh dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kami terus menjalin komunikasi aktif dengan pemerintah pusat dan DPR RI agar berbagai kebutuhan infrastruktur di Banyumas bisa mendapatkan dukungan pendanaan APBN,” katanya.

Pada sektor sumber daya air (SDA), alokasi APBN difokuskan untuk mendukung ketahanan pangan, penyediaan air baku, pengendalian kekeringan, serta peningkatan kualitas jaringan irigasi.

Sejumlah proyek yang telah direalisasikan antara lain pembangunan empat embung baru, yakni Embung Kejawar, Wangon, Kedunggede, dan Alasmalang.

Keempat embung tersebut melengkapi lima embung yang telah dibangun sebelumnya, yaitu Embung Kemutug Lor, Karangnangka, Sawangan, Klapagading Kulon, dan Watuagung.

Selain pembangunan embung, pemerintah pusat juga melaksanakan rehabilitasi jaringan irigasi melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025.

Program tersebut mencakup peningkatan jaringan irigasi di Desa Kecila dan Kutaliman serta rehabilitasi Bendung Tajum guna meningkatkan layanan irigasi bagi lahan pertanian.

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) juga terus digulirkan sebagai program padat karya yang melibatkan kelompok tani dan masyarakat dalam pembangunan maupun rehabilitasi saluran irigasi tersier di berbagai desa.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, pembangunan infrastruktur transportasi dan sumber daya air di Kabupaten Banyumas diharapkan semakin memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (trs)

Baca Juga:
Progres Pembangunan Groundsill Srandakan Ditarget Rampung Akhir 2026