Portal Jateng

Jembatan Gantung Segera Tinggal Kenangan, Akses Permanen Cibun Mulai Dibangun

Portal Indonesia
×

Jembatan Gantung Segera Tinggal Kenangan, Akses Permanen Cibun Mulai Dibangun

Sebarkan artikel ini
Peletakan batu pertama pembangunan jembatan permanen Cibun, Desa Sunyalangu, Banyumas (dok)

BANYUMAS – Harapan warga Grumbul Cibun, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, untuk memiliki akses penghubung yang lebih kokoh akhirnya mulai terwujud. Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi mengawali pembangunan jembatan permanen di atas Sungai Logawa, ruas jalan Baseh–Sunyalangu, Senin (24/8/2026).

Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono. Hadir pula anggota DPR RI Yanuar Arif Wibowo dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Banyumas Kresnawan.
Jembatan permanen ini menjadi kelanjutan pembangunan tahap keempat setelah proses pembangunan sebelumnya sempat terhenti.

Kehadirannya diharapkan mengakhiri ketergantungan warga terhadap jembatan gantung yang selama ini menjadi akses utama keluar-masuk kawasan Grumbul Cibun.

Kepala Dinas PU Banyumas Kresnawan menjelaskan, pembangunan tahap keempat merupakan pekerjaan konstruksi yang mendapat dukungan bantuan gelagar dari pemerintah pusat.

Menurutnya, pemerintah pusat mengalokasikan bantuan sekitar Rp5 miliar, sedangkan Pemerintah Kabupaten Banyumas turut menganggarkan Rp2,1 miliar melalui APBD.

“Kami ucapkan terima kasih, Pak Yanuar yang telah ikut mengawal kegiatan ini sehingga mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat senilai sekitar Rp5 miliar,” ujar Kresnawan.

Namun, Kresnawan menegaskan pekerjaan tersebut belum menjadi akhir dari pembangunan akses Cibun. Pemerintah masih perlu meneruskan jalan di sisi seberang jembatan agar akses kendaraan dapat terhubung secara optimal.

“Ada tahapan berikutnya yaitu meneruskan jalan yang di seberang jembatan,” katanya.

Pemerintah Kejar Akses Jalan

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyatakan pemerintah daerah akan tetap memperjuangkan kelanjutan pembangunan jalan tersebut.

Menurut Sadewo, keberadaan jembatan permanen akan memberikan manfaat lebih besar apabila dilengkapi dengan jalan yang memadai. Saat ini, keterbatasan akses membuat jembatan baru dapat dimanfaatkan kendaraan roda dua.

“Kalau tahun 2027 sepertinya agak susah. Mudah-mudahan nanti 2028 bisa jalan,” ujarnya.

Baca Juga:
Fatayat NU Banyumas Gelar "Fatayat Festival 2026", Padukan Hiburan dan Nuansa Religi

Dukungan masyarakat juga menjadi modal penting untuk membuka akses tersebut. Sadewo menyebut warga telah menyatakan kesediaan untuk membantu kebutuhan lahan pelebaran jalan tanpa meminta kompensasi.

“Saya tadi menanyakan kepada warga terkait lahan mereka, mereka siap tanpa meminta ganti rugi,” ungkapnya.

Bertahun-tahun Menjadi Tumpuan Warga

Bagi masyarakat Cibun, jembatan bukan sekadar infrastruktur. Selama ini, keberadaannya menjadi penentu kelancaran aktivitas warga.

Wartun, warga Grumbul Cibun RT 8, mengatakan masyarakat telah lama menunggu pembangunan jembatan permanen. Ia menyebut pembangunan terakhir tahap ketiga berlangsung sekitar akhir 2022.

Jauh sebelum jembatan gantung dibangun pada 2004, warga bahkan harus menyeberangi Sungai Logawa secara langsung. “Sebelum ada jembatan gantung pada tahun 2004, kami menyeberang lewat sungai,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat sangat bergantung pada jembatan yang tersedia. Ketika akses ditutup karena pekerjaan, warga harus menempuh jalur memutar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Waktu dulu ada pekerjaan di jembatan ini, kita enggak bisa ke mana-mana. Ke pasar harus jalan ke Sokawera. Jauh banget,” tutur Wartun.

Kini, pembangunan jembatan permanen kembali dimulai. Jembatan tersebut dirancang memiliki panjang 60 meter dan lebar 8 meter, dengan target penyelesaian sekitar lima bulan.

Bagi warga Cibun, pembangunan ini menjadi lebih dari sekadar proyek fisik. Jembatan permanen diharapkan menjadi pintu terbukanya akses yang lebih luas, memperlancar mobilitas warga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Setelah bertahun-tahun bertumpu pada jembatan gantung, warga Cibun kini menatap harapan baru: sebuah jembatan permanen yang kokoh, aman, dan mampu membawa mereka lebih dekat dengan pusat kehidupan di luar kawasan. (trs)