Portal Jateng

Api Pembakaran Sampah Merembet, Kandang Kambing di Purbalingga Terbakar, Tiga Ekor Mati

Portal Indonesia
×

Api Pembakaran Sampah Merembet, Kandang Kambing di Purbalingga Terbakar, Tiga Ekor Mati

Sebarkan artikel ini

 

PURBALINGGA – Kandang kambing milik warga Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, terbakar pada Senin (10/8/2026) malam. Kebakaran diduga dipicu api dari pembakaran sampah yang berada di sekitar kandang.

Kandang milik Paimin (55), warga RT 02 RW 07 Desa Bojongsari, berada di kebun sekitar 100 meter dari rumahnya. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh istri pemilik kandang sekitar pukul 18.25 WIB.

Kapolsek Bojongsari Iptu Sapto Wijiono mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, bangunan kandang berukuran sekitar 4 x 2,5 meter hangus terbakar.

“Akibat kejadian tersebut, tiga ekor kambing milik korban juga mati terbakar,” kata Sapto.

Menurut dia, setelah mengetahui kebakaran, warga melaporkannya ke Polsek Bojongsari. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Purbalingga.

Satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 19.15 WIB, atau sekitar 30 menit setelah laporan diterima.

Dari keterangan yang dihimpun, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di dekat kandang. Api kemudian merembet ke bangunan kandang yang sebagian terbuat dari bambu hingga akhirnya terbakar.

“Kerugian materiil akibat kebakaran kandang beserta tiga ekor kambing ditaksir sekitar Rp10 juta,” ujar Sapto.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi warga untuk tidak meninggalkan pembakaran sampah tanpa pengawasan, terlebih pada kondisi lingkungan yang kering. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merembet ke bangunan atau material yang mudah terbakar.

Polsek Bojongsari mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan memastikan api benar-benar padam setelah melakukan pembakaran sampah. (dar)

Baca Juga:
4 Warga Tersengat Listrik Saat Kebakaran di Jogonegaran